Kecelakaan lalu-lintas

Lagi, Senggolan di Jalur Pujon-Ngantan

Kompas.com - 18/08/2011, 22:44 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Baru sehari terjadi kecelakaan bus masuk jurang, karena menghindari papasan dengan truk di jalur sempit Pujon-Kasembon-Pare, Kamis (18/8/2011) ini peristiwa sejenis terjadi lagi.

Kali ini truk pengangkut boks milik perusahaan retail Alfamart bersenggolan dengan pikap zebra espass. Tak ada korban jiwa atau luka pada peristiwa senggolan terakhir itu, namun dua kejadian itu menunjukkan jalur ini telah kian padat dan menuntut kewaspadaan.

Peristiwanya terjadi pukul 13.00 sekitar 500 meter Pasar Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pengemudi truk, Suwandi, mengaku membawa kendaraan agak ke tengah jalan karena di sisi sebelah kiri ada sepeda motor yang sedang parkir. Jalanan menyempit, karena kawasan ini memang daerah dataran tinggi bergunung-gunung, namun di daerah permukiman.

Banyak kendaraan menaik turunkan penumpang, kendaraan warga terparkir, kendaraan wisata di depan Pasar Wisata Kendedes, menjadikan lebar jalan menyempit. Truk engkel mitsubishi berjalan dari arah Jombang ke Malang, membawa boks berisi barang-barang dagangan eceran. Bagian kanan kepala truk menghajar bagian tengah kendaraan pikap. Sementara tubuh pikap yang dilindungi pipa besi pembatas pengemudi dan pengangkut lebih utuh.

Pengemudi bus, Wahyudi (35), warga Pasuruan, terluka pada lengan kanan. Wajahnya tampak pucat karena shock. Pengemudi dan penumpang Zebra pikap juga tak kurang suatu apa.

Pengemudinya Fadilah dan istrinya Asih, oleh polisi tetap dilarikan ke RS di Batu, karena Asih dalam keadaan hamil.

"Tidak apa-apa, namun tetap perlu berjaga-jaga," kata Kanitlantas Polsek Pujon Aiptu M Fadli.

Pengamatan Kompas, jalur ini kian lama menjadi kian penting terutama pada saat Lebaran. Keramaian jalur di kawasan ini meningkat saat terjadi bencana lumpur Lapindo, yang menjadikan rute ini alternatif penting menggantikan rute Surabaya - Malang tanpa lewat Sidoarjo. Meski kini jalur Sidoarjo sudah pulih, pelintas rute jalur tengah menuju Malang, seperti dari Madiun atau Solo (Jawa Tengah) menuju ke Malang, akan memilih jalur ini melalui Jombang. Menjadikannya kian sibuk dan ramai. Terutama pengangkut wisatawan domestik dari Jawa Barat atau Jawa Tengah ke Malang.(ODY)

      Lagi, Senggolan di Jalur Pujon Ngantang

MALANG,KOMPAS Baru sehari terjadi kecelakaan bus masuk jurang karena menghindari papasan dengan truk di jalur sempit Pujon Kasembon Pare, har i Kamis (18/8) peristiwa sejenis terjadi lagi. Kali ini truk pengangkut box milik perusahaan retail Alfamart bersenggolan dengan pikap Zebra Espass . Tak ada korban jiwa atau luka pada peristiwa senggolan terakhir tersebut, namun dua kejadian itu menunjukkan jalur ini telah kian padat dan menuntut kewaspadaan.

Peristiwanya terjadi pukul 13.00 sekitar 500 meter Pasar Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang . Pengemudi truk Suwandi mengaku membawa kendaraan agak ke tengah jalan karena di sisi sebelah kiri ada sepeda motor yang sedang parkir. Jalanan menyempit, karena kawasan ini memang daerah dataran tinggi bergunung-gunung , namun di daerah permukiman.

Banyak kendaraan menaik turunkan penumpang, kendaraan warga terparkir, kendaraan wisata di depan Pasar Wisata Kendedes, menjadikan lebar jalan menyempit. Truk engkel Mitsubishi berjalan dari arah Jombang ke Malang, membawa boks berisi barang-barang dagangan eceran. Bagian kanan kepala truk menghajar bagian tengah kendaraan pikap. Anehnya, kepala truk ringsek, sementara tubuh pikap yan g dilindungi pipa besi pembatas pengemudi dan pengangkut lebih utuh.

Pengemudi bus, Wahyudi (35) warga Pasuruan, terluka pada lengan kanan. Wajahnya tampak pucat karena shock. Pengemudi dan penumpang Zebra pikap juga tak kurang suatu apa. Pengemu dinya Fadilah dan istrinya Asih, oleh polisi tetap dilarikan ke RS di Batu, karena Asih dalam keadaan hamil.

Tidak apa-apa, namun tetap perlu berjaga-jaga, kata Kanitlantas Polsek Pujon Aiptu M Fadli.

Pengamatan Kompas, menunjukkan, jalur ini kian lama menjadi kian penting terutama pada saat Lebaran. Keramaian jalur di kawasan ini meningkat saat terjadi bencana lumpur Lapindo, yang menjadikan rute ini alternatif penting menggantikan rute Surabaya Malang tanpa lewat Sidoarjo.

Meski kini jalur Sidoarjo sudah pulih, pelintas rute jalur tengah menuju Malang, seperti dari Madiun atau Solo (Jawa Tengah) menuju ke Malang, akan memilih jalur ini melalui Jombang. Hal itu menjadikan ruas tersebut kian sibuk dan ramai, terutama bus pengangkut wisatawan domestik dari Jawa Barat atau Jawa Tengah ke Malang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau