Pemain Timnas Akui Tak Maksimal

Kompas.com - 19/08/2011, 02:13 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Dua pemain tim nasional senior Indonesia, Firman Utina dan Irfan Bachdim, mengaku bahwa timnya tak maksimal saat bermain seri 1-1 melawan tim nasional U-23 dalam laga persahabatan, Kamis (18/8/2011).

Dalam laga tersebut, tim nasional senior (timnas senior) memang tampil kurang greget. Pasukan Wim Rijsbergen kerap melakukan kesalahan, misalnya dalam hal umpan. Sang pelatih mengakui bahwa anak asuhnya kerap salah berkoordinasi sehingga tak bermain secara maksimal.

"Ini hanya mencoba fisik kita. Dalam pertandingan tadi, kami memang banyak kekurangan. Semangat kompetitif kami dalam lagi tadi sangat kurang. Timnas U-23 memang bermain lebih baik," ujar Firman seusai pertandingan.

"Banyak yang harus dipelajari dari pertandingan tadi. Semoga ke depan kami tidak akan meremehkan lawan lagi dan tetap bermain padu, juga bermain maksimal," tambah Irfan.

Di pertandingan ini, timnas senior tertinggal lebih dulu lewat gol Septia Hadi pada babak pertama. Firman Utina dkk berhasil membalas pada babak kedua lewat eksekusi penalti Bambang Pamungkas.

Seusai laga ini, timnas senior akan menjalani dua laga persahabatan melawan Palestina (22 Agustus) dan Jordania (27 Agustus).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau