Teknologi militer

"Stealth" China Contek Desain Rusia?

Kompas.com - 19/08/2011, 08:58 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Pembicaraan mengenai pesawat tempur berteknologi stealth pertama buatan China kembali menghangat setelah muncul spekulasi bahwa pesawat itu dirancang berdasarkan desain pesawat Rusia yang tak jadi diproduksi. Spekulasi itu muncul karena ada banyak kesamaan mendasar antara garis desain pesawat J-20 China dan gambar rancangan pesawat Mikoyan 1.44 Rusia.

J-20 menggegerkan dunia saat muncul dan terbang perdana, Januari lalu. Seorang narasumber yang dekat dengan kalangan industri pertahanan Rusia mengatakan kepada Reuters, kesamaan desain J-20 dan Mikoyan 1.44 mengindikasikan teknologi Mikoyan, produsen pesawat-pesawat MiG Rusia, telah dipindahtangankan kepada pihak China.

"Sepertinya mereka (para desainer China) mendapat akses ke berbagai dokumen terkait Mikoyan (1.44), pesawat yang tidak menang tender di Kementerian Pertahanan (Rusia)," tutur sumber yang tak bersedia menyebut namanya itu, Kamis (18/8/2011).

Kesamaan desain yang paling kentara adalah penggunaan canard (sayap kecil) di depan sayap utama berbentuk delta dan dua sayap tegak yang miring. Penggunaan canard pada pesawat J-20, yang dimaksudkan sebagai pesawat stealth (siluman, sulit terlacak radar), ini sempat dipertanyakan para pengamat dunia penerbangan. Pasalnya, meski membantu pesawat lebih lincah bermanuver, sayap tambahan ini membuat pesawat lebih mudah terdeteksi radar.

Pengamat independen yang memantau hubungan Rusia dan China, Adil Mukashev, mengatakan, ada kemungkinan transfer desain ini terkait dengan transaksi keuangan. "China menukar beberapa bagian teknologi, termasuk bagian ekor Mikoyan itu, dengan uang," kata dia.

Pihak Kementerian Pertahanan China menolak berkomentar tentang spekulasi ini. Sementara pihak United Aircraft Corporation, yang kini menjadi perusahaan induk Mikoyan, membantah telah ada transfer desain atau teknologi kepada China.

China sudah lebih dulu membantah bahwa desain dan teknologi J-20 diambil dari teknologi pesawat-pesawat siluman AS, termasuk bangkai F-117 Nighthawk milik AS yang jatuh di Serbia tahun 1999. Sekilas, dari samping, bentuk J-20 yang memanjang justru mengingatkan pada bentuk prototipe pesawat YF-23 buatan AS.

Sumber yang dikutip Reuters juga mengatakan, para pejabat China diundang oleh Rusia saat rancangan Mikoyan 1.44 pertama kali ditampilkan kepada publik, akhir 1990-an. Pada akhirnya, program Mikoyan 1.44 ini ditolak oleh Kementerian Pertahanan Rusia karena kurang memiliki teknologi pengelak radar. Proyek pesawat tempur generasi kelima Rusia kemudian diserahkan kepada pesaing Mikoyan waktu itu, Sukhoi.

Sukhoi kemudian menggarap desain Sukhoi PAK FA atau Sukhoi T-50, yang terbang perdana Januari lalu, dan ditampilkan pertama kali kepada publik dalam MAKS Air Show di dekat Moskwa, Rusia, Selasa pekan ini. Sukhoi T-50 akan dikembangkan bersama India dan diharapkan mulai diproduksi tiga tahun mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau