Liga indonesia

Persebaya Utamakan Pemain Jatim

Kompas.com - 19/08/2011, 14:32 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com- Persebaya Surabaya versi Cholid Goromah akan mengutamakan pemain asal Surabaya atau setidak-tidaknya Jawa Timur, untuk direkrut dalam persiapan ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. " Kami ingin agar warna Surabaya dan Jawa Timur kental pada tim Persebaya mendatang, sehingga ada nilai proximity (kedekatan) yang kuat antara Persebaya dan masyarakat," kata Koordinator Humas Persebaya Ram Surahman, Jumat (19/8/2011).

Persebaya versi Cholid ini merupakan peleburan Persebaya Divisi Utama versi Cholid dengan Persebaya 1927 yang anggota Liga Primer Indonesia. Ada satu lagi Persebaya versi Wishnu Wardhana yang juga mendaftar untuk ikut kompetisi Liga Indonesia.

Menurut Ram, Persebaya Cholid akan berintikan sekitar 60 persen pemain Persebaya 1927. Berarti akan ada Pemain Persebaya 1927 yang tidak akan dipertahankan. Ram belum bersedia menyebutkan pemain yang akan dipertahankan dan diputus, karena belum mendapat laporan dari pelatih Aji Santoso.

Apalagi para pemain itu baru selesai kontrak September dan Oktober 2011. "Sisanya akan diisi pemain rekrutmen baru. Kami akan coba ajak pemain asal Surabaya dan Jawa Timur yang bertebaran di mana-mana untuk bergabung dengan Persebaya," kata Ram.

Tentang pemain asing, Ram menyatakan masih akan menunggu regulasi dari PSSI. Ram juga belum bisa menyebutkan apakah pemain asing yang ada sekarang akan dipertahankan. "Yang pasti kami harus mencari yang kualitasnya lebih baik karena di masa mendatang persaingan lebih berat," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau