Korban Petasan di Surabaya Meningkat

Kompas.com - 19/08/2011, 16:03 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Korban letusan petasan di Surabaya sejak awal Ramadhan hingga Jumat (19/8/2011) tercatat delapan orang. Jumlah itu meningkat dari total korban selama bulan Ramadhan tahun lalu sebanyak lima orang.

Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD), RSUD Dr Soetomo Surabaya, Urip Moertedjo mengatakan, korban yang masuk terakhir ke IRD pada Jumat (19/8/2011) pagi atas nama Nauval (12), warga Jalan Dharmawangsa, Surabaya.

"Korban mengalami luka bakar ringan karena letusan petasan di tangan kanannya karena tidak terlalu parah. Siang tadi korban sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Dari delapan korban yang dirawat di IRD, ada tiga korban yang masuk kategori parah, yakni Sulaiman (50), warga Jalan Wonokusumo, Surabaya; Misnadi (51), warga Jalan Wonorejo, Surabaya; dan Imron (20), pasien rujukan dari RSUD Bangkalan. "Ketiga korban tersebut sebagian ujung jarinya putus sehingga harus diamputasi," katanya.

Dua korban lagi, yakni Fikri (11) dan Rozak (10), karena letusan petasan, kedua matanya mengalami erosi kornea ringan sehingga perlu diberi cairan khusus untuk menetralisasi serbuk petasan yang masuk di kornea matanya.

Dia berharap, meskipun malam bulan puasa masih 10 hari lagi, Rozak adalah korban petasan terakhir untuk momen bulan puasa tahun ini. "Semoga pada malam hari raya nanti korban petasan tidak ada, meskipun diprediksi akan banyak korban lagi saat malam itu," harapnya.

Sementara itu, jajaran Polrestabes Surabaya pada 10 hari pertama bulan puasa berhasil menyita 52.058 petasan siap edar. Petasan yang disita adalah jenis petasan yang meletus dan mengarah ke bawah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau