Seleksi kpk

DPR Tak Akan Terpengaruh Ranking

Kompas.com - 19/08/2011, 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Dewan Perwakilan Rakyat masih menunggu pengajuan usulan nama calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. DPR tidak akan terpengaruh ranking yang dibuat Panitia Seleksi KPK, dan akan memilih sesuai kriteria yang dibutuhkan.

Penegasan bahwa DPR tidak akan terpengaruh ranking hasil seleksi Pansel KPK itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Priyo Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

"Apa yang diberikan oleh Pansel, termasuk urutan perankingan itu, hanya akan jadi salah satu pertimbangan," katanya.

DPR tidak akan mau didikte siapa pun, termasuk Pansel KPK. DPR hanya akan mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat sebagai pertimbangan. Selain itu, DPR juga memiliki pertimbangan sendiri serta kriteria calon komisioner yang akan dipilih.

"Kriteria yang kami maksudkan terutama adalah keberanian orang tersebut, kemampuannya, dan yang penting independensi tokoh tersebut," lanjut Priyo.

Untuk diketahui, Pansel KPK telah menyerahkan delapan nama calon komisioner KPK kepada Presiden. Namun, hingga kemarin, Presiden belum juga menyerahkan kepada DPR.

Sesuai dengan ketentuan, delapan calon anggota KPK itu akan diuji kelayakan dan kepatutan oleh DPR. DPR kemudian memilih empat dari delapan calon yang diajukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau