JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polda Meto Jaya Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab mengatakan, tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan kepolisian di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, seusai penangkapan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, dilakukan.
Menurutnya, kasus Nazaruddin dibuat seolah mengerikan sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan. "Enggak ada pengamanan khusus. Enggak usah dingeri-ngerikanlah (kasus Nazar). Biasa-biasa saja, tidak usah segitunya," kata Untung, Jumat (19/8/2011), saat ditemui wartawan seusai shalat Jumat di Masjid Al-Kautsar, Polda Metro Jaya, Jakarta.
Hingga kini, pengamanan Gedung KPK hanya dilakukan oleh satpam internal KPK. Apabila ada aksi demonstrasi, polisi baru mengamankan ke lokasi. Meski demikian, Untung menyatakan siap membantu KPK apabila lembaga itu meminta pengamanan khusus terkait ancaman kepada pimpinannya. "Kalau dia minta pengamanan, kami akan amankan. Prosesnya biasa-biasa saja," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Sebelumnya, terungkap adanya rencana pembunuhan terhadap Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan mantan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dari rekaman pembicaraan yang diputar Komite Etik KPK. Ancaman itu terkait tindakan KPK mengusut kasus korupsi wisma atlet yang melibatkan M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang