SIDOARJO, KOMPAS.com — Jalan arteri alternatif untuk mengurangi kemacetan di Jalan Raya Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, saat musim mudik Lebaran, hingga Jumat (19/8/2011) belum siap. Dari jalan sepanjang 7,1 kilometer, baru sebagian kecil yang sudah dibeton. Selebihnya masih konstruksi tanah yang dipadatkan.
Jalan alternatif ini menghubungkan wilayah Sidoarjo dengan Kabupaten Pasuruan. Untuk melintasi Sungai Porong, jalan ini dipasang jembatan bailey.
Tampak sebagian truk melakukan pengurukan, ada juga traktor yang memadatkan badan jalan. Sebagian lagi ada yang mengecor. "Ditargetkan pada H-7 Lebaran bisa selesai. Untuk itu, proyek ini kita kerjakan siang malam nonstop," ujar seorang mandor proyek.
Menurut seorang pejabat Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Purwanto, jalan arteri alternatif ini hanya digunakan untuk sepeda motor dan mobil golongan tiga (sedan). Adapun untuk kendaraan besar seperti truk dan bus tetap harus melewati Jalan Raya Porong.
Selama ini Jalan Raya Porong menjadi pusat kemacetan sehari-hari sejak Jalan Tol Gempol-Porong putus akibat terkena luapan semburan lumpur Lapindo, 29 Mei 2006.
Adapun jalan arteri alternatif itu bukan hanya dipersiapkan untuk mudik Lebaran, tetapi juga untuk alternatif jika Jalan Raya Porong tidak bisa lagi dipergunakan sebagai dampak lumpur Lapindo.
Misalnya, ambles, muncul bubble (semburan gas berbahaya), maupun jika tanggul waduk lumpur jebol sehingga menenggelamkan jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Malang dan Jatim bagian timur ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang