Indonesia Dapat Pinjaman 73 Miliar Yen

Kompas.com - 19/08/2011, 20:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mendapatkan pinjaman senilai 73,942 miliar yen dari pemerintah Jepang plus dana hibah senilai 1,985 miliar yen. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai empat proyek infrastruktur, adapun hibah digunakan untuk satu proyek.

Pertukaran nota diplomatik bantuan pinjaman yen dan hibah pemerintah Jepang untuk pemerintah republik Indonesia. Nota diplomatik soal pinjaman dan hibah itu telah dipertukarkan antara Duta Besar Luara Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Republik Indonesia, Yoshinori Katori dengan Dirjen Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Rahmat Waluyanto pada hari Kamis tanggal 18 Agustus 2011 di Jakarta, Indonesia.

Demikian siaran pers yang dipublikasikan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia yang diterima Kompas.com, Jumat (19/8/2011). Keempat proyek yang dibiayai dana pinjaman itu adalah pertama, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Api Batubara Indramayu (1,727 miliar yen).

Proyek bantuan bidang E/S (Engineering Service: desain dasar dan pengawasan konstruksi) untuk proyek pembangkit listrik tenaga api batubara Indramayu (kapasitas 1,000 MW, biaya proyek keseluruhan sekitar 224,8 miliar yen) yang menggunakan teknologi batubara bersih bertekanan sangat kritis.

Proyek ini terkait dengan "Metropolitan Priority Area (MPA)" yang nota diplomatiknya ditandatangani pada bulan Desember 2010. Ini merupakan proyek kerja sama yang berkontribusi bagi perbaikan iklim investasi di Jabodetabek.

Kedua, Program Percepatan Pembangunan Panas Bumi (55,299 miliar yen).Ini merupakan bagian Program Percepatan Pembangunan Panas Bumi Tahap Pertama termasuk tiga proyek dengan tujuan mempromosikan pengembangan panas bumi Indonesia yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia dan untuk menangani kebutuhan tenaga listrik di Indonesia, dengan jumlah pinjaman yen sebesar kira-kira 55,3 milyar yen.

Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi itu adalah Pembangkit Listrik Panas Bumi Lumut Balai"(55 MW x 2 = 110 MW). Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Hululais (E/S)" (55 MW x 2 = 110 MW). Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Tulehu (E/S)" (20 MW).

Ketiga, Proyek Jalan Tol Intra Urban Bandung (13, 605 miliar yen) Proyek bantuan pembangunan jalan tol di kota Bandung untuk memperlancar kemacetan lalu lintas dalam kota yang semakin serius.

Keempat, pinjaman Sektor Pengelolaan Banjir Hulu Sungai Citarum (3,311 milyar yen).

Proyek pembenahan infrastruktur melalui perbaikan sungai dan lain-lain dengan target DAS (Daerah Aliran Sungai) hulu anak sungai dari sungai Citarum yang tertimpa bencana banjir serius secara terus-menerus sehingga meningkatkan ketahanan akan banjir pada wilayah pemukiman masyarakat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau