Pemilihan pimpinan kpk

Perketat Kriteria Penilaian

Kompas.com - 19/08/2011, 22:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test untuk memilih pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebaiknya dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperketat kriteria penilaian.

Dengan begitu, akan dihasilkan pimpinan yang bersih, berintegritas, independen, dan berani membongkar korupsi.  

Harapan itu disampaikan Koordinator Devisi Investigasi Indonesia Corruption Wacth (ICW) Agus Sunaryanto di Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Sebagaimana diberitakan, Panitia Seleksi menyampaikan delapan nama calon pimpinan KPK kepada presiden, untuk selanjutnya akan diuji kepatutan dan kelayakannya oleh DPR. Empat nama menduduki peringkat tertinggi, yaitu Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo Sudrajat. 

Agus Sunaryanto berharap, DPR bekerja sungguh-sungguh dengan memperketat indikator untuk memilih pimpinan KPK, seperti independensi, integritas, dan kepemimpinan. Salah satu caranya, dengan menelusuri data-data kekayaan para calon. Rekening calon, misalnya, bisa dicek, apakah transaksi di dalamnya wajar atau tidak.

Perlu juga untuk mengecek lagi, apakah mereka pernah terlibat kasus tertentu atau tidak. Kalau pernah, sampai sebatas mana prosesnya, apakah pernah diberikan sangsi di lembaga masing-masing.  

"Penting sekali untuk memastikan, bahwa DPR nanti sungguh-sungguh memilih pimpinan berdasarkan pertimbangan yang benar, bukan karena kepentingan politik. Jangan juga DPR terjebak, bahwa wakil pimpinan KPK harus dari kepolisian dan kejaksaan. Jangan ada penjatahan. Siapa pun bisa dipilih asalkan layak menjadi pemimpin, dan dia otomatis menjadi penyidik dan penuntut," katanya.  

Diharapkan, DPR bisa mempertimbangkan untuk mengikuti peringkat yang dibuat oleh Panitia Seleksi. Bagaimanapun, peringkat itu dibuat melalui proses panjang dari tahap awal sampai wawancara dengan berbagai indikator penilaian yang ketat. Keempat orang itu dianggap punya nilai yang terbaik di antara calon-caon lain. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau