Jakarta Kiblat Tren Busana Muslim Dunia

Kompas.com - 20/08/2011, 08:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun ini, Jakarta Fashion Week 2012 kembali menampilkan busana muslim dalam rangkaian pekan mode terbesar di Indonesia yang diselenggarakan pada 12-18 November 2011 di Pacific Place, Jakarta.

Jakarta Fashion Week adalah upaya Femina Group untuk memajukan industri mode Indonesia sekaligus menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat mode di Asia.

Busana muslim kini memang tak bisa dianggap sepele. Terbukti, dengan pencatatan transaksi luar biasa dari sektor busana muslim di pasar dunia yang mencapai 96 miliar dollar AS atau sekitar Rp 820,799 triliun, tak salah jika Jakarta mencanangkan diri menjadi pusat mode busana muslim dunia.

"Busana muslim kini semakin menarik. Kita mempunyai kelebihan di bidang kreativitas untuk hal ini. Bahan yang kaya, budaya yang beragam, itulah yang membuat Indonesia tak akan kalah saing. Saya rasa, justru dengan batasan anggota tubuh yang diperlihatkan, kreativitas dalam mencipta busana muslim bisa sangat tinggi," kata Svida Alisjahbana, CEO Femina Group, Jumat (19/8/2011), di Jakarta.

Kreasi indah yang punya daya jual tinggi ini diperlihatkan dalam mini show pada konferensi pers Jakarta Fashion Week 2012 di Canteen, Pacific Place, 18 Agustus 2011. Sembilan perancang dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) memperagakan rancangannya. Mereka adalah Dian Pelangi, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Iva Lativah, Jeny Tjahyawati, Lia Afif, Merry Pramono, Najua Yanti, dan Nieta Hidayani.

"Yang saya lihat, busana muslim Indonesia sudah pantas bermain dalam tingkat internasional. Kerja keras kami dari tahun ke tahun mulai menuai hasil. Setelah perhelatan Jakarta Fashion Week kemarin, kami menerima tawaran bisnis dari negara-negara tetangga, bahkan hingga ke Timur Tengah," ungkap Taruna K Kusmayadi, Ketua Umum APPMI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau