Perikanan

Keramba Apung Jadi Incaran Investor

Kompas.com - 20/08/2011, 17:13 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com -- Usaha budidaya ikan keramba jaring apung di Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, jadi incaran investor. Karenanya, usaha ini berkembang pesat satu dekade terakhir. Bahkan, jumlahnya telah melebihi kuota ideal untuk perairan seluas 8.300 hektar.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Eddy A Djadjadireja, saat menyambut kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Menteri Pertanian Suswono, di Purwakarta, Sabtu (20/8/2011) mengatakan, jumlah keramba jaring apung kini hampir mencapai 20.000 unit.

Teknologi keramba jaring apung (KJA) pertama kali diuji coba tahun 1974 dan mulai diusahakan tahun 1988. Awalnya, usaha ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak pembangunan waduk. Namun, dalam perkembangannya, usaha KJA berkembang pesat. Investor dari luar Purwakarta pun berdatangan untuk menanamkan modalnya.

Kini, dari 16.545 petak KJA yang berada zona perairan yang diperuntukkan bagi usaha perikanan, 12.160 petak di antaranya merupakan milik pengusaha luar Purwakarta. Hanya 4.385 petak yang milik warga Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai kondisi itu sebagai ironi, karena warga lokal justru terpinggirkan. Dia berharap penertiban KJA dan kebijakan pembatasan jumlah kepemilikan maksimal 20 petak dapat mengatasi kesenjangan itu.

Sebelumnya, pemodal besar membuat KJA dalam jumlah puluhan hingga ratusan petak. Sementara warga lokal hanya mampu membuat belasan petak karena keterbatasan modal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau