Kedutaan Israel di Mesir Dikepung

Kompas.com - 21/08/2011, 10:16 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kabinet Mesir, Minggu (21/8/2011), mengatakan, pernyataan penyesalan Israel atas kematian lima polisi perbatasannya tidak cukup.

"Pernyataan Israel positif di permukaan, tapi tidak sesuai dengan besarnya kejadian dan keadaan marah Mesir terhadap tindakan Israel," kata kantor berita resmi MENA mengutip pernyataan kabinet.

MENA mengatakan, kabinet bersikeras pada jadwal untuk tawaran Israel melakukan penyelidikan bersama atas kematian para polisi Mesir, Kamis, saat tentara Israel mengejar gerilyawan yang melakukan serangan sebelumnya di Negev dan menewaskan delapan orang.

Sekitar 1.000 orang Mesir menggelar protes, Sabtu malam, di luar Kedutaan Israel di Kairo, bertempat di lantai atas sebuah gedung bertingkat tinggi dengan tujuan membakar bendera negara Yahudi itu.

Pada Sabtu sore, Kementerian Luar Negeri Israel memanggil kepala perwakilan Israel untuk menyampaikan teguran berkaitan dengan peristiwa mematikan tersebut.

Utusan yang dipanggil karena duta besar berada di luar negeri membacakan pernyataan penyesalan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barack atas kematian itu dan menawarkan penyelidikan bersama. Demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri Mesir.

Televisi Pemerintah Mesir, sebelumnya, melaporkan, pada hari itu Mesir akan menarik duta besarnya dari Tel Aviv, tetapi Israel mengatakan tidak menerima pemberitahuan atas keputusan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau