Jelang lebaran

Sidak Gencar, Harga Sembako Turun

Kompas.com - 21/08/2011, 18:04 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Upaya petugas Pemerintah Daerah Polewali Mandar menekan praktik penimbunan berbagai kebutuhan sembako menjelang lebaran mulai berdampak positif terhadap stabilitas harga-harga sembako di pasaran. Sejak sepekan menjelang lebaran, umumnya harga sembako turun hingga 30 persen lebih dari harga sepekan sebelumnya.

Bawang merah misalnya, turun dari Rp 20 ribu menjadi Rp 14 ribu. Beras juga turun, dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.500 per kilogram, sementara harga telur turun dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.000.

Pemda setempat bahkan menyiapkan operasi pasar jika ada gejolak kenaikan harga menjelang lebaran. Inspeksi mendadak (sidak) ini gencar dilakukan petugas pemda Polewali Mandar di semua pasar tradisional, kios, dan pusat-pusat pertokoan menjelang lebaran.

Hampir semua jenis kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goring, bawang merah, cabai, ayam potong, dan berbagai kebutuhan lainnya turun hingga 30 persen dari harga sepekan sebelumnya. Harga beras kepala cap keong mas, misalnya, turun Rp 1.000 dari harga pekan lalu Rp 7.500 per kilogram. Beras ciliwung turun dari Rp 6.800 menjadi Rp 6.200 perkilogram.

Sementara itu, harga telur turun dari Rp 32.000 menjadi Rp 19.000 isi 30 butir. Minyak goreng tradisional juga turun Rp 2.000 dari harga pekan lalu sebesar Rp 12.000 per botol isi 600 mililiter.

Harga bawang merah juga turun dari Rp 21.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram. Cabai merah kecil turun dari Rp 13.000 menjadi Rp 8.000 per liter. Sementara harga ayam potong turun dari Rp 50.000 menjadi Rp 42.000 per ekor.

Nurlaila, pedagang sayur mayur di pasar Pekkabata mengakui, hampir semua harga kebutuhan sembako termasuk sayur-mayur turun dari harga pada pekan lalu. Harga cabe, bawang merah, kentang, tomat, dan kebutuhan lainnya turun 15 hingga 20 persen.

"Hampir semua sembako turun. Bawang dulunya Rp 22.000 turun menjadi Rp 14.000," tutur Nurlaila.

Hal senada juga diakui Wahidah. Pedagang barang campuran ini mengeluh karena penutunan harga sembako ternyata tidak membuat permintaan sembako naik.

"Mungkin, warga melakukan penghematan menjelang lebaran, makanya jarang belanja kebutuhan yang tidak terlalu penting," ujar Wahidah.

Lancarnya distribusi dan turunnya harga-harga sembako di pasaran sejak sidak gencar dilakukan petugas diduga berdampak positif untuk menekan ruang gerak para spekulan yang menimbun sembako menjelang lebaran. Terbukti hampir semua jenis sembako turun hingga 30 persen dari harga sebelumnya.

Wakil Bupati Polewali Mandar, Nadjamuddin Ibrahim menyambut positif turunnya harga hampir semua jenis kebutuhan pokok menjelang lebaran. Ia berharap, stabilitas harga sembako bisa bertahan hingga lebaran mendatang.

"Pemda berharap stabilitas harga sembako saat ini bisa bertahan hingga lebaran mendatang agar tidak membebani warga," ujarnya.

Nadjamuddin menegaskan, pemda akan menggelar operasi pasar sembako tertentu, terutama beras, gula pasir, minyak goreng, ayam potong dan daging, jika beberapa hari ke depan ada gejolak kenaikan harga menjelang lebaran. Ia berharap, pemda bisa menjamin stabilitas dan ketersediaan sembako agar warga tetap bisa berlebaran dengan tenang tanpa dibebani kenaikan harga sembako yang tinggi.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau