Maluku utara

Rp 84 Triliun untuk Pertambangan

Kompas.com - 21/08/2011, 20:44 WIB

TERNATE, KOMPAS.com- Investor pertambangan berlomba menanamkan investasi di Maluku Utara. Hingga saat ini ada lima investor asing dari lima negara dan satu investor nasional dengan nilai investasi sangat besar yang berkeinginan berinvestasi di sektor pertambangan.

Investor dari Prancis dan Jepang (Mitsubishi) berniat investasi Rp 40 triliun untuk tambang nikel. Rusia Rp 20 triliun dan PT Aneka Tambang Rp 20 triliun. Mereka masuk ke nikel.

Demikian dikatakan Gubernur Maluku Utara Thayib Armayn, Minggu (21/8/2011), di Ternate, Maluku Utara. "Hingga saat ini nilai investasi dari para investor yang bersedia menanamkan modal di pertambangan mencapai Rp 84 triliun," jelasnya.

Belum lagi investor dari Australia yang sudah berjalan dan menambang emas. Juga investor China dan Korea Selatan yang juga berminat.

Dari potensi pertambangan di wilayah Maluku Utara, sekitar 30 persen berada di kawasan hutan lindung. Jenis tambangnya meliputi emas, nikel, mangaan dan biji besi. Meski begitu, masih ada kendala dalam investasi tersebut. Terutama terkait tata ruang wilayah.

Hingga saat ini ada dua atau tiga kabupaten yang belum menyelesaikan RTRW-nya. "Mudah-mudahan akhir tahun 2011 ini bisa selesai, sehingga investasi bisa direalisasikan," katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menuntut pembagian hasil yang lebih besar dari sektor pertambangan. Selama ini hanya mendapat Rp 100 miliar per tahun, padahal masih harus dibagi juga ke sembilan kabupaten lain.

"Yang kami inginkan ada penyertaan saham 5 persen, sehingga bisa untuk membangun wilayah kami," katanya. Thayip mencontohkan, dari tambang emas saja, pendapatan yang masuk ke negara Rp 2 triliun. Kalau 5 persen masuk ke daerah, lumayan bisa untuk membangun.

"Terkait bagi hasil itu, sekarang sedang dibahas di Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau