Lakalantas, Sudah 14 Korban Tewas

Kompas.com - 21/08/2011, 21:33 WIB

SIDRAP, KOMPAS.com - Memasuki hari ke 21 Ramadhan, tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan. Dari data yang diperoleh, sebanyak 14 pengendara tewas akibat lakalantas. Angka tersebut muncul dari 100 kasus kecelakaan yang terjadi dalam 21 hari terakhir.

Tingginya angka kecelakaan diantaranya karena faktor masih minimnya tingkat kesadaran warga dalam mematuhi aturan dalam berlalulintas. Hal itu dikatakan Kanit Lakalantas Ipda Sutarno kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2011).

Dari beberapa kasus lakalantas yang ditangani Polres Sidrap, paling banyak didominasi pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar, selain tidak adanya kelengkapan surat kendaraan bermotor yang dikendarai para korban.

Meminimalisasi jumlah lakalantas yang mungkin akan terus bertambah, utamanya menjelang Idul Fitri mendatang, kata Sutarno, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi yang disertai penegakan aturan.

"Upaya lainnya adalah dengan melakukan sweeping rutin dalam rangka penegakan aturan dalam berlalu lintas. Ini untuk memberi efek jera bagi pelanggar aturan," katanya.

Ditambahkan Sutarno, selain kerugian nyawa pngendara yang tewas akibat lakalantas, kerugian materi juga terjadi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara, jalur yang paling sering terjadi lakalantas dan merenggut nyawa korban, terbanyak terjadi di sepanjang poros Wajo-Parepare, utamanya di Kecamatan Duapitue dan Watang Sidenreng. "Kecelakaan didominasi pengendara bermotor. Angka yang ada masih bisa saja bertambah setidaknya H-7 dan pasca lebaran. Tapi kami akan berupaya menekan angka tersebut dan diharapkan pengendara mobil ataupun motor bisa lebih mawas yang berhati-hati selama berlalulintas," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau