Liga indonesia

PSSI agar Terapkan Verifikasi Faktual

Kompas.com - 22/08/2011, 11:26 WIB

MALANG, KOMPAS.com — PSSI diminta menerapkan verifikasi faktual kepada klub yang mendaftarkan untuk ikut kompetisi level satu Liga Indonesia mendatang. Dengan demikian, lolosnya klub benar-benar karena memenuhi lima syarat yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Permintaan itu disampaikan oleh Media Officer Arema Sudarmaji, Senin (22/8/2011), sehubungan dengan beredarnya kabar atau rumor bahwa PSSI akan mengutamakan klub yang bernaung di bawah konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI).

Arema termasuk yang dikabarkan bakal dijegal jika manajemennya dipegang kubu Presiden Klub Rendra Kresna karena di belakangnya ada Nirwan D Bakrie sebagai investor. Arema bisa lolos jika manajemennya dipegang M Nur yang di belakangnya ada konsorsium LPI.

Kini sudah empat klub yang berada di bawah naungan konsorsium LPI, yaitu Persebaya versi Cholid Goromah, Deltras Sidoarjo, Persema Malang, dan Persik Kediri.

Sudarmaji mengaku tidak mau memusingkan kabar akan ada penjegalan terhadap Arema versi Rendra Kresna ini. "Bagi kami, yang penting bagaimana bekerja keras untuk memenuhi persyaratan AFC agar bisa lolos di level satu," katanya.

Selain itu, yang penting PSSI benar-benar menerapkan verifikasi faktual. Artinya, tidak sekadar verfikasi terhadap dokumen saja. Dengan demikian, PSSI juga harus melihat fakta di lapangan.

Verifikasi faktual dan dokumen secara serentak ini pernah dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) maupun AFC terhadap Arema dan klub lain. Hasil inilah yang nanti dipergunakan untuk menentukan lolos tidaknya klub.

"Saya setuju bahwa PSSI bukan lembaga yang punya otoritas mendistribusikan klub ke level satu atau ke level dua. Tetapi, semua posisi klub harus berdasar pada jenjang kompetisi dan memenuhi persyaratan AFC," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau