TRIER, KOMPAS.com — Kemenangan Sebastien Ogier di World Rally Championships Seri Jerman, Minggu (21/8/2011) di Trier, menyisakan sebuah cerita khusus. Sebagai pebalap "lapis kedua" di tim Citroen, Ogier menerima perintah dari timnya agar tidak mengungguli Sebastien Loeb di hari kedua reli, Sabtu (20/8/2011).
Saat itu, Ogier memacu mobilnya dengan agresif untuk menipiskan ketertinggalannya dari Loeb, dari 7,4 detik menjadi 4,8 detik. Namun, tim Citroen diduga ingin memuluskan langkah Loeb menjadi juara dunia untuk kedelapan kalinya sehingga memberikan perintah tim atau team order agar Ogier mengurangi agresivitasnya. Namun, Ogier enggan berkomentar saat ditanya wartawan mengenai adanya perintah tim untuk mengalah.
Pada hari terakhir reli, Ogier tidak mau menyerah dan terus memacu mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Loeb juga tidak mau kalah dan berusaha memperlebar keunggulannya. Namun, di etape ke-16 Loeb mengalami ban bocor sehingga Ogier mampu melewati Loeb dan unggul sampai 1 menit 13,3 detik.
Loeb mencoba mengejar di tiga etape terakhir, tetapi Ogier tetap menjadi juara dengan selisih waktu 39,8 detik di depan Loeb.
"Ada keadilan di olahraga. Saya berusaha keras dan akhirnya menang. Saya tidak bergembira atas kesialan Loeb, tetapi kemenangan ini adalah hasil kerja keras saya," kata Ogier di Trier.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang