World rally championships

Ogier: Ada Keadilan di Olahraga

Kompas.com - 22/08/2011, 11:49 WIB

TRIER, KOMPAS.com — Kemenangan Sebastien Ogier di World Rally Championships Seri Jerman, Minggu (21/8/2011) di Trier, menyisakan sebuah cerita khusus. Sebagai pebalap "lapis kedua" di tim Citroen, Ogier menerima perintah dari timnya agar tidak mengungguli Sebastien Loeb di hari kedua reli, Sabtu (20/8/2011).                

Saat itu, Ogier memacu mobilnya dengan agresif untuk menipiskan ketertinggalannya dari Loeb, dari 7,4 detik menjadi 4,8 detik. Namun, tim Citroen diduga ingin memuluskan langkah Loeb menjadi juara dunia untuk kedelapan kalinya sehingga memberikan perintah tim atau team order agar Ogier mengurangi agresivitasnya. Namun, Ogier enggan berkomentar saat ditanya wartawan mengenai adanya perintah tim untuk mengalah.           

Pada hari terakhir reli, Ogier tidak mau menyerah dan terus memacu mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Loeb juga tidak mau kalah dan berusaha memperlebar keunggulannya. Namun, di etape ke-16 Loeb mengalami ban bocor sehingga Ogier mampu melewati Loeb dan unggul sampai 1 menit 13,3 detik.              

Loeb mencoba mengejar di tiga etape terakhir, tetapi Ogier tetap menjadi juara dengan selisih waktu 39,8 detik di depan Loeb.                

"Ada keadilan di olahraga. Saya berusaha keras dan akhirnya menang. Saya tidak bergembira atas kesialan Loeb, tetapi kemenangan ini adalah hasil kerja keras saya," kata Ogier di Trier.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau