JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbengkalai. Sejak pertengahan Juli, Setgab tidak pernah menggelar rapat untuk membahas masalah-masalah krusial seperti biasanya.
"Sejak pertengahan Juli sebelum puasa, sampai sekarang belum ada pertemuan. Buka puasa saja enggak ada," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2011).
Padahal, lanjut Marwan, perjanjiannya Setgab akan bertemu setiap dua pekan sekali. Pertemuan dijadwalkan untuk membahas masalah-masalah krusial, termasuk sembilan Rancangan Undang-Undang (RUU).
Di antaranya RUU Pemilu, RUU Penyelenggara Pemilu, RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, RUU Otoritas Jasa Keungan, RUU Pemilu Kepala Daerah, RUU Keistimewaan Yogyakarta, dan sebagainya.
Menurut Marwan, pertemuan Setgab itu penting untuk membahas jalan keluar jika ada kebuntuan dalam pembahasan RUU. Seperti masalah syarat mundur calon anggota KPU dari partai politik dalam RUU Penyelenggara Pemilu, dan ambang batas parlemen dala RUU Pemilu.
Meski demikian, Marwan tidak mengetahui alasan pasti mengapa Setgab tidak pernah melakukan pertemuan. Biasanya, Sekretaris Setgab Syarif Hasan (Partai Demokrat) yang berinisiatif mengundang partai anggota setgab untuk pertemuan.
"Mungkin Pak Syarif, sedang sibuk dengan urusan-urusan di kementerian," ujar Ketua Fraksi PKB DPR tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang