Setgab Koalisi Terbengkalai

Kompas.com - 22/08/2011, 13:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbengkalai. Sejak pertengahan Juli, Setgab tidak pernah menggelar rapat untuk membahas masalah-masalah krusial seperti biasanya.

"Sejak pertengahan Juli sebelum puasa, sampai sekarang belum ada pertemuan. Buka puasa saja enggak ada," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2011).

Padahal, lanjut Marwan, perjanjiannya Setgab akan bertemu setiap dua pekan sekali. Pertemuan dijadwalkan untuk membahas masalah-masalah krusial, termasuk sembilan Rancangan Undang-Undang (RUU).

Di antaranya RUU Pemilu, RUU Penyelenggara Pemilu, RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, RUU Otoritas Jasa Keungan, RUU Pemilu Kepala Daerah, RUU Keistimewaan Yogyakarta, dan sebagainya.

Menurut Marwan, pertemuan Setgab itu penting untuk membahas jalan keluar jika ada kebuntuan dalam pembahasan RUU. Seperti masalah syarat mundur calon anggota KPU dari partai politik dalam RUU Penyelenggara Pemilu, dan ambang batas parlemen dala RUU Pemilu.

Meski demikian, Marwan tidak mengetahui alasan pasti mengapa Setgab tidak pernah melakukan pertemuan. Biasanya, Sekretaris Setgab Syarif Hasan (Partai Demokrat) yang berinisiatif mengundang partai anggota setgab untuk pertemuan.

"Mungkin Pak Syarif, sedang sibuk dengan urusan-urusan di kementerian," ujar Ketua Fraksi PKB DPR tersebut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau