JAKARTA, KOMPAS.com — Mayat yang diduga mahasiswi Universitas Bina Nusantara yang hilang, Livia Pavita Soelistio (21), hingga kini masih diotopsi pihak rumah sakit untuk memastikan jenazah itu benar Livia atau tidak. Pasalnya, saat ditemukan pada Minggu (21/8/2011) lalu di Cisauk, Tangerang, kondisi tubuh Livia hancur dan tubuhnya pun mulai menghitam.
"Kami masih menunggu hasil otopsi apakah itu Livia atau bukan. Tapi dari ciri-ciri fisiknya, keluarga meyakini itu Livia," ujar Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Setija Junianta, Senin (22/8/2011), saat dihubungi wartawan.
Setija menuturkan, pada tanggal 16 Agustus 2011, Livia meninggalkan kampusnya dengan menggunakan angkutan umum seusai melaksanakan ujian. Sejak itu, keluarga pun kehilangan kontak dengan Livia.
"Terakhir, pada tanggal 17 Agustus, telepon bisa masuk, tapi tidak bisa diangkat. Setelah itu, handphone Livia tidak bisa lagi dihubungi," kata Setija.
Tak juga mendapat kabar, keluarga akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Metro Kebon Jeruk pada tanggal 18 Agustus 2011. Semenjak itu, polisi sama sekali tak menemukan titik terang keberadaan Livia. Baru pada hari Minggu, 21 Agustus 2011, seorang warga di Cisauk, Tangerang, menemukan seonggok mayat dengan ciri fisik mirip Livia. Terakhir, Livia menghilang dengan mengenakan kemeja putih, kaus putih, dan rok hitam.
"Pertama kali ditemukan warga di kampung. Saat itu warga lagi cari kambingnya yang hilang di kebun, ternyata justru ada mayat. Tidak dibungkus apa pun, tergeletak begitu saja," tutur Kapolsek Cisauk Ajun Komisaris Kemijo.
Warga langsung melaporkan penemuan ini ke Polsektro Cisauk. Petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan jenazah Livia dibawa ke RSUD Tangerang untuk dilakukan otopsi.
"Keluarga yang datang melihat ada liontin sama yang dipakai Livia saat pergi terakhir kali. Makanya, mereka percaya itu Livia, tapi kami masih menunggu hasil otopsi dulu," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang