Dugaan penculikan

Ditemukan Liontin Mirip Milik Livia

Kompas.com - 22/08/2011, 17:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mayat yang diduga mahasiswi Universitas Bina Nusantara yang hilang, Livia Pavita Soelistio (21), hingga kini masih diotopsi pihak rumah sakit untuk memastikan jenazah itu benar Livia atau tidak. Pasalnya, saat ditemukan pada Minggu (21/8/2011) lalu di Cisauk, Tangerang, kondisi tubuh Livia hancur dan tubuhnya pun mulai menghitam.

"Kami masih menunggu hasil otopsi apakah itu Livia atau bukan. Tapi dari ciri-ciri fisiknya, keluarga meyakini itu Livia," ujar Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Setija Junianta, Senin (22/8/2011), saat dihubungi wartawan.

Setija menuturkan, pada tanggal 16 Agustus 2011, Livia meninggalkan kampusnya dengan menggunakan angkutan umum seusai melaksanakan ujian. Sejak itu, keluarga pun kehilangan kontak dengan Livia.

"Terakhir, pada tanggal 17 Agustus, telepon bisa masuk, tapi tidak bisa diangkat. Setelah itu, handphone Livia tidak bisa lagi dihubungi," kata Setija.

Tak juga mendapat kabar, keluarga akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Metro Kebon Jeruk pada tanggal 18 Agustus 2011. Semenjak itu, polisi sama sekali tak menemukan titik terang keberadaan Livia. Baru pada hari Minggu, 21 Agustus 2011, seorang warga di Cisauk, Tangerang, menemukan seonggok mayat dengan ciri fisik mirip Livia. Terakhir, Livia menghilang dengan mengenakan kemeja putih, kaus putih, dan rok hitam.

"Pertama kali ditemukan warga di kampung. Saat itu warga lagi cari kambingnya yang hilang di kebun, ternyata justru ada mayat. Tidak dibungkus apa pun, tergeletak begitu saja," tutur Kapolsek Cisauk Ajun Komisaris Kemijo.

Warga langsung melaporkan penemuan ini ke Polsektro Cisauk. Petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan jenazah Livia dibawa ke RSUD Tangerang untuk dilakukan otopsi.

"Keluarga yang datang melihat ada liontin sama yang dipakai Livia saat pergi terakhir kali. Makanya, mereka percaya itu Livia, tapi kami masih menunggu hasil otopsi dulu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau