JAKARTA, KOMPAS.com - Pelabuhan penyeberangan Merak, Banten, pada hari puncak harus melayani lebih dari 100.000 penumpang dan ribuan kendaraan bermotor setiap hari. Untuk itu, pelayanan kesehatan di pelabuhan itu disiapkan dengan penambahan fasilitas.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengemukakan itu, Senin (22/8/2011), dalam paparannya melalui surat elektronik, di Jakarta.
Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan menyiapkan pelayanan kesehatan di lingkungan Pelabuhan Merak, antara lain mengadakan pelatihan pada para petugas kesehatan. Selain itu Kementerian Kesehatan mengadakan pemeriksaan sampel makanan di 25 kantin dan rumah makan di lingkungan pelabuhan, termasuk usap dubur dan usap alat makan.
Pihaknya juga memeriksa sampel air di kapal dan pelabuhan, survei vektor dan pengasapan (fogging), pemeriksaan Lux Meter untuk menilaian pencahayaan di dapur-dapur. Petugas juga memeriksa peralatan pertolongan pertama kecelakaan kapal feri Merak Bakauheni, serta mengecek validitas hasil pemeriksaan keaehatan anak buah kapal yang bertugas.
Sementara pemeriksaan supir bis yang akan dilakukan pada 23 dan 24 Agustus 20118.
Pemerintah juga mendirikan 5 Pos Kesehatan, lengkap dengan daftar petugas jaga, obat-obatan, dan 5 ambulans. Pola rujukan ke rumah sakit juga disiapkan apabila diperlukan, tersedia 4 RS rujukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang