Ditusuk Gara-gara Komentar di Facebook

Kompas.com - 22/08/2011, 21:19 WIB

JAKARTA-KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap R dan A, dua pelaku pengeroyokan terhadap korban berinisial M. Pengeroyokan itu dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap tulisan yang tak pantas oleh korban di Facebook.

Kepala Polisi Sektor Jakarta Pusat Komisaris Besar AR Yoyol mengatakan, pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (17/8/2011) sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian berawal dari rasa sakit hati pelaku lantaran korban mengirim kata-kata yang kurang pantas pada halaman situs jejaring sosial Facebook milik YH, istri tersangka R.

"Korban merupakan teman YH di Facebook. Korban telah menulis kata-kata tidak sopan kepada YH dan YH mengadukan kepada suaminya R, lalu R marah," ujar Yoyol di Kantor Polisi Resor Metro Jakarta Pusat, Senin ( 22/8/2011).

R kemudian menceritakan hal tersebut kepada temannya, A, dan mengatur pertemuan antara YH dan M di Stasiun Gondangdia, Jakpus. Setelah YH dan M bertemu, mereka berjalan menuju Jalan Cut Meutia di mana R dan A sudah menunggu korban di jalan tersebut.

"Sesampainya korban di sana, korban M dicekik oleh tersangka A dan dinaikkan ke motor menuju ke Taman Menteng, Jakarta Pusat," kata Yoyol.

Tidak puas dengan itu, lanjut Yoyol, di Taman Menteng korban dianiaya oleh dua  tersangka dan tiga temannya yang sampai saat ini belum tertangkap. "Korban M dipukuli lagi oleh tersangka I, H, dan A, lalu R menusuk paha bagian kiri serta bokong bagian kiri sehingga mengalami luka," ujarnya.

Dari korban, polisi menyita satu potong kaus berwarna merah berlumuran darah, satu potong kaus warna coklat yang juga berlumuran darah, dan celana jeans. Berdasarkan keterangan tersangka, modus kejahatan yang dilakukan tersangka karena dendam dan kemudian berusaha mencari korban. Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 170 KUP dengan ancaman pidana tujuh tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau