Glen Fredly Dirikan "Rumah Beta"

Kompas.com - 23/08/2011, 02:28 WIB

AMBON, KOMPAS.com--Musisi ternama asal Maluku Glenn Fredly mendirikan sebuah rumah untuk para seniman kota Ambon diberi nama "Rumah Beta" di Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

"Rumah Beta kita jadikan sebagai bengkel seni bagi para seniman di kota Ambon dan Maluku. Seniman siapa saja dapat menggunakan Rumah Beta, mau berlatih nyanyi, lukis, puisi, tari sampai bedah buku silahkan menggunakan rumah tersebut," kata Glenn di Ambon, Minggu.

Menurut Glenn tujuan pendirian "Rumah Beta" agar seniman asal daerah ini bisa  menghasilkan berbagai karya seni terbaik dan mampu mengharumkan nama Maluku baik nasional maupun internasional di bidang seni dan budaya," ujarnya.

"Ide membuat Rumah Beta sangat sederhana, setiap pulang ke Ambon saya melihat banyak teman-teman berlatih vokal, puisi di emperan kantor, rumah ibadah dan di taman mempersiapkan diri mengikuti sebuah lomba," katanya.

Ia mengakui bakat seni generasi muda kota Ambon dan Maluku cukup banyak terutama bidang tari suara, sayangnya belum ada fasilitas yang dijadikan tempat untuk berlatih.

"Rumah Beta" akan dilengkapi dengan bebagai sarana pendukung seperti studio rekaman serta berbagai peralatan seni.Saya berharap lewat Rumah Beta akan lahir seniman terkenal dari daerah ini, terutama penyanyi,"ujar Glenn.

Glenn mengungkapkan Rumah Beta juga setiap bulannya akan menggelar konser seni untuk menghibur warga kota terutama warga negeri Amahusu.

"Kita sudah menjdawalkan kegiatan konser seni satu bulan sekali oleh teman-teman seniman baik itu penyanyi lokal, kelompok Band, sanggar tari, " kata Glenn menjelaskan.

Rumah Beta juga akan dijadikan sebagai tempat persiapan pagelaran konser "Beta Maluku" yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Mandala Remaja Karang Panjang  kecamatan Sirmau tanggal 2 Oktober 2011.

Konser "Beta Maluku" didukung lebih dari seratus orang seniman terdiri dari penyanyi, musisi, penari dan budayawan asal Maluku.

Glenn Fredly yang menyutradarai Konser Beta Maluku mengakui, sejumlah artis terkenal asal daerah ini yang sudah memastikan diri untuk hadir pada konser tersebut antara lain Bob Tutupoly, Beny Likumahua.

Juga Harvey Malaiholo, Jopi Lattul, George Lewakabessy, Barry Likumahua, Aldi Likumahua dan  Audry Papilaya, juga ambil bagian dalam konser bertajuk Nyanyian Damai untuk Indonesia itu.

Konser Beta Maluku juga didukung oleh tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto.

Beta Maluku juga didukung desainer busana Samuel Watimena dan para seniman Maluku yakni Bing Leiwakabessy,  Zeth Lekatompessy, dan MC-komedian yang popular di Maluku, Om Koko.

Juga akan tampil kelompok Haunesa Etnika  dan Rence Alfons, Maluku Hiphop Community (MCH), Mariony Saherlawan, Muhamad Irfan dan Bengkel Sastra Maluku, Paduan Suara Effata dan puluhan penari serta kolaborasi paduan suling dan musik hadrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau