SUBANG, KOMPAS.com — Warung mudik musiman yang menjajakan minuman, makanan, dan bahan bakar minyak eceran menjamur di sepanjang jalur mudik di wilayah Karawang dan Subang, Jawa Barat. Para pedagang memanfaatkan tanah kosong, lapangan, dan halaman rumah untuk berjualan.
Pada Selasa (23/8/2011), para pedagang mulai menggelar dagangan, seperti terlihat di sisi jalur utama pantai utara Cikampek di Karawang hingga Pamanukan, Subang. Di ruas sepanjang 46 kilometer itu terdapat ratusan pedagang yang membangun tenda dan warung atau memanfaatkan teras rumah atau restoran untuk menggelar lapak.
Titin (42), pedagang di Pamanukan, mengatakan, momentum mudik dan balik selalu dimanfaatkan warga untuk menambah penghasilan. Para pedagang musiman di desanya umumnya telah rutin memanfaatkan momentum Lebaran untuk berjualan. Sebagian pedagang bahkan menggelar dagangan sejak awal bulan Ramadhan karena ketiadaan pekerjaan.
Pedagang musiman juga dengan mudah ditemui di jalur lain, seperti ruas alternatif Johar-Cikalongsari yang membentang 45 kilometer di Karawang, ruas alternatif Kosambi-Curug-Maracang yang menghubungkan Karawang dan Purwakarta, serta ruas Sadang-Kalijati-Subang yang menjadi jalur alternatif di wilayah tengah Jawa Barat.
Selain makanan, minuman, dan bahan bakar eceran, beberapa warga juga memanfaatkan momentum mudik dengan membuka bengkel. Ada juga kelompok warga yang memanfaatkan lapangan atau halaman kantor untuk membuat tempat peristirahatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang