Pengelolaan dana bos

Daerah Minta Diberi Kesempatan

Kompas.com - 23/08/2011, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pemerintah daerah meminta pemerintah pusat menunda rencana perubahan skema penyaluran dana bantuan operasional sekolah pada tahun 2012. Skema penyaluran dari kas umum negara ke pemerintah kabupaten/kota akan diubah karena penyaluran dana BOS ke sekolah kerap terlambat.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi meminta pemerintah pusat tidak terburu-buru mengganti skema penyaluran dana dana bantuan operasional sekolah (BOS). Ia meminta agar daerah diberikan kesempatan dua hingga tiga kali lagi untuk menjalankan skema penyaluran yang berlaku saat ini.

”Kami minta waktu satu tahun lagi untuk menggunakan skema 2010/2011. Wajar bila ada masalah keterlambatan penyaluran karena, kan, masih belajar,” katanya, Minggu (21/8), di Jakarta.

Taufik mengaku skema yang berlaku saat ini membuat daerah kesulitan menyalurkan dana BOS tepat waktu. Taufik beralasan, keterlambatan penyaluran dana BOS karena banyak sekolah swasta yang terlambat membuat laporan.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur Aloisius Siba yang juga meminta agar waktu uji coba diperpanjang satu tahun lagi. ”Selama satu tahun ini belum terbiasa, masih pelatihan- pelatihan. Tahun depan pasti lebih baik,” ujarnya.

Siba khawatir jika dana ditransfer ke provinsi akan terjadi banyak penguapan. Administrasi dan proses pencairannya juga akan lebih menyulitkan. ”Kami yang jaraknya dekat dengan sekolah saja masih kesulitan mengingat banyak sekolah yang letaknya di seberang pulau,” ujarnya.

Hingga pertengahan Agustus 2011, dari 497 kabupaten/kota, baru 106 kabupaten/kota yang menyalurkan dana triwulan III. ”Seharusnya Juli 2011 sudah selesai, tetapi masih banyak sekolah yang belum menyalurkan,” kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Didik Suhardi. (LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau