Hatta: Blair Kan Banyak Berikan "Advice"

Kompas.com - 23/08/2011, 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersifat kunjungan pribadi.

Hal ini dikemukakan Hatta sesaat sebelum menerima kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian pada Selasa (23/8/2011) ini pukul 11.00 WIB.

"Beliau ini kan banyak memberikan advice ke banyak negara. Mungkin nanti akan ada diskusilah," sebut Hatta.

Hatta juga menuturkan bahwa ia akan mencoba mendapatkan informasi terkini dari situasi perekonomian Eropa. "Saya kira saya ingin tahu situasi perkembangan (Uni) Eropa. Nanti saya akan sharing situasi di sini (juga)," tambah dia.

Ia pun belum bisa memberikan keterangan apakah kedua negara akan membicarakan mengenai investasi. Rencananya, pertemuan di antara keduanya akan berlangsung cukup singkat selama 30 menit.

Sejauh ini, menurut dia, Inggris banyak berinvestasi di sektor minyak dan gas, pertambangan, dan energi terbarukan. Sebelum bertemu Hatta, Blair dijadwalkan bertemu Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres pada pukul 09.30 WIB tadi.

Untuk diketahui saja, Blair merupakan mantan Perdana Menteri Inggris dari Partai Buruh pada tahun 1997-2007. Saat itu Blair menggantikan John Major, sebelum kemudian digantikan oleh Gordon Brown. Blair pun dikenal sebagai pendukung invasi sekutu terhadap rezim Saddam Husein di Irak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau