JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersifat kunjungan pribadi.
Hal ini dikemukakan Hatta sesaat sebelum menerima kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian pada Selasa (23/8/2011) ini pukul 11.00 WIB.
"Beliau ini kan banyak memberikan advice ke banyak negara. Mungkin nanti akan ada diskusilah," sebut Hatta.
Hatta juga menuturkan bahwa ia akan mencoba mendapatkan informasi terkini dari situasi perekonomian Eropa. "Saya kira saya ingin tahu situasi perkembangan (Uni) Eropa. Nanti saya akan sharing situasi di sini (juga)," tambah dia.
Ia pun belum bisa memberikan keterangan apakah kedua negara akan membicarakan mengenai investasi. Rencananya, pertemuan di antara keduanya akan berlangsung cukup singkat selama 30 menit.
Sejauh ini, menurut dia, Inggris banyak berinvestasi di sektor minyak dan gas, pertambangan, dan energi terbarukan. Sebelum bertemu Hatta, Blair dijadwalkan bertemu Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres pada pukul 09.30 WIB tadi.
Untuk diketahui saja, Blair merupakan mantan Perdana Menteri Inggris dari Partai Buruh pada tahun 1997-2007. Saat itu Blair menggantikan John Major, sebelum kemudian digantikan oleh Gordon Brown. Blair pun dikenal sebagai pendukung invasi sekutu terhadap rezim Saddam Husein di Irak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang