JAKARTA, KOMPAS.com - Para kru perusahaan otobus (PO) mengeluhkan jumlah penumpang yang turun dari tahun ke tahun. Mereka menduga banyaknya program mudik gratis yang menyebabkan bus reguler kehilangan penumpang.
Siahaan, pengurus PO ALS (Antar Lintas Sumatra), Selasa (23/8/2011) di Terminal Pulogadung, Jakarta, mengatakan, biasanya 10 hari sebelum Lebaran penumpang sudah mulai naik dari hari biasa. Saat ini tidak demikian.
Bus cadangan yang biasanya disiapkan, sudah dua tahun ini tidak digunakan. "Penumpang saja kurang. Biasanya kalau Lebaran, kami memberangkatkan 11 bus per hari. Namun sekarang rata-rata hanya 4-6 bus per hari setiap Lebaran," kata Siahaan.
Hal serupa diungkapkan Ikhsan dari PO Slamet Putra. Dia mengungkapkan, seharusnya kalau perusahaan mengadakan mudik gratis, pakailah bus reguler. Kalau tidak, bus reguler lama kelamaan akan mati.
Kepala Terminal Pulogadung, M Nur, menyebutkan, jumlah penumpang bus di terminal tersebut terus turun. Tahun 2009 misalnya, saat arus puncak keberangkatan mudik, junlah penumpang berkisar 13.000 penumpang. Namun pada tahun 2010 angkanya turun menjadi berkisar 7.000 orang.
Hal serupa terjadi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Jumlah oenumpang bus saat mudik Lebaran pada tahun 2009 mencapai 62.876 orang (selama 16 hari). Namun pada tahun 2010 angkanya turun menjadi 50.741 penumpang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang