Banyak Mudik Gratis, PO Bus Mengeluh

Kompas.com - 23/08/2011, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para kru perusahaan otobus (PO) mengeluhkan jumlah penumpang yang turun dari tahun ke tahun. Mereka menduga banyaknya program mudik gratis yang menyebabkan bus reguler kehilangan penumpang.

Siahaan, pengurus PO ALS (Antar Lintas Sumatra), Selasa (23/8/2011) di Terminal Pulogadung, Jakarta, mengatakan, biasanya 10 hari sebelum Lebaran penumpang sudah mulai naik dari hari biasa. Saat ini tidak demikian.

Bus cadangan yang biasanya disiapkan, sudah dua tahun ini tidak digunakan. "Penumpang saja kurang. Biasanya kalau Lebaran, kami memberangkatkan 11 bus per hari. Namun sekarang rata-rata hanya 4-6 bus per hari setiap Lebaran," kata Siahaan.

Hal serupa diungkapkan Ikhsan dari PO Slamet Putra. Dia mengungkapkan, seharusnya kalau perusahaan mengadakan mudik gratis, pakailah bus reguler. Kalau tidak, bus reguler lama kelamaan akan mati.

Kepala Terminal Pulogadung, M Nur, menyebutkan, jumlah penumpang bus di terminal tersebut terus turun. Tahun 2009 misalnya, saat arus puncak keberangkatan mudik, junlah penumpang berkisar 13.000 penumpang. Namun pada tahun 2010 angkanya turun menjadi berkisar 7.000 orang.

Hal serupa terjadi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Jumlah oenumpang bus saat mudik Lebaran pada tahun 2009 mencapai 62.876 orang (selama 16 hari). Namun pada tahun 2010 angkanya turun menjadi 50.741 penumpang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau