PONTIANAK, KOMPAS.com - Warga Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, sejak dua hari terakhir panik karena harga telur ayam ras di kota itu naik di atas 50 persen bahkan mencapai 80 persen.
"Baru tiga hari lalu saya beli telur ayam ras seharga Rp 1.200 per butir, tetapi sekarang harganya sudah mencapai Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per butir," kata Ira Maya salah seorang warga Kompleks Pemda Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Selasa (23/8/2011).
Ia menjelaskan, akibat tingginya kenaikan harga telur dia mengurungkan niatnya membeli telur dalam jumlah banyak untuk membuat kue lapis.
"Tadinya saya mau membeli sebanyak 100 butir telur, karena harganya mahal hanya mampu beli 20 butir untuk buat kue kering sehingga tidak jadi bikin kue lapis," ujar ibu satu anak tersebut.
Hal senada juga diakui oleh Santi (34) warga Karet Indah, Kecamatan Pontianak Barat. Ia mengaku kaget dengan tingginya kenaikan harga telur ayam. "Baru dua hari lalu harganya masih Rp 1.200 per butir tetapi kini sudah Rp 1.800 per butir," ujarnya.
Akibat kenaikan telur, ibu dua anak itu mengurungkan niatnya untuk membuat kue lapis dan kue kering karena anggarannya tidak cukup sehingga memilih membeli kue kering jadi yang banyak dijual di pasar.
Alex salah seorang pedagang kebutuhan pokok di kawasan Pasar Siantan menyatakan, kenaikan harga telur ayam ras dipicu karena tingginya permintaan. "Naiknya harga telur ayam ras juga karena harga beli kami juga tinggi sehingga menjualnya juga tinggi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa menyatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi kenaikan harga telur dengan melaksanakan bazar atau pasar murah. "Saat ini kenaikan harga telur di luar batas kewajaran, masyarakat jangan panik karena stok mencukupi," katanya.
Manaf mengungkapkan, pihaknya akan menggelar bazar atau pasar murah untuk menstabilkan harga. "Bazar akan kami laksanakan Rabu (24/8/2011) di halaman Kantor Disnakeswan pukul 07.00 WIB dengan harga jual telur Rp 1.200 per butirnya," kata Manaf.
Pada pelaksanaan bazar telur itu, kata dia, Disnakeswan Kalbar sudah menyiapkan sekitar 60.000 butir telur. "Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi kepanikan warga menjelang Lebaran yang diikuti kenaikan harga telur secara drastis," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang