Krisis, Persema Malang Siap Dijual

Kompas.com - 23/08/2011, 15:42 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Angin krisis finansial tak hanya pernah dialami klub berlogo kepala singa, Arema Malang. Namun, kini juga menimpa Persema Malang. Manajemen Persema kini siap menjual saham Persema Malang kepada publik.

Penjualan kepada publik tersebut dilakukan menjelang persiapan Persema menjadi klub profesional. Kini Persema memang kesulitan dana. Untuk kontrak pemain, hanya ada dana senilai Rp 10 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Persema Malang, Didied Poernawan Affandi, Selasa (23/8/2011). "Dengan menjadi klub profesional, harus siap go public, harus layaknya klub-klub di Eropa," katanya.

Tujuan penjualan Persema adalah agar klub menjadi mandiri dan lepas dari ketergantungan APBD dan konsorsium LPI, ataupun sokongan dana dari sejumlah pengusaha. "Kalau ada orang Malang yang mau memiliki Persema, silakan saja. Impian kita ke depan, Persema bisa go public. Klub Indonesia ke depan harus seperti itu, jadi pemain punya masa depan yang jelas," terangnya.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini mengungkapkan, sejak berkiprah di ajang kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), tim berjuluk "Laskar Ken Arok" ini mendapatkan suntikan dana untuk kebutuhan operasional klub seluruhnya murni dari konsorsium LPI.

"Namun, apabila ada pihak ketiga atau perseorangan yang ingin memiliki saham di tubuh tim yang dulunya milik Pemerintah Kota Malang ini, kita siap menjualnya. Selama ini, kita disubsidi oleh konsorsium," jelasnya. "Yang tertarik membeli saham Persema, silakan mengajukan penawaran ke manajemen tim Persema," tegasnya lagi.

Ditanya apa saja yang ditawarkan kepada calon investor? Didied belum bisa menyebutkan secara rinci. "Soal lebih lanjutnya, kita belum merumuskan harga tiap lembar saham Persema. Kalau ada investor, bisa dibicarakan dengan pihak manajemen," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau