Tak Menahan Zainal, Polri Diskriminatif

Kompas.com - 23/08/2011, 18:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian dinilai diskriminatif dengan tidak menahan tersangka Zainal Arifin Hoesein, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), seusai diperiksa terkait kasus pemalsuan surat keputusan MK. Zainal tak ditahan lantaran dinilai kooperatif.

Pasalnya, sikap itu berbeda terhadap tersangka sebelumnya, Masyhuri Hasan, mantan juru panggil MK. Penyidik menahan Hasan.

"Itu gambaran bagaimana kasus ini berlangsung diskriminatif," kata Edwin Partogi, penasihat hukum Hasan ketika dimintai tanggapan Kompas.com, Selasa (23/8/2011).

Edwin membandingkan perlakukan penyidik terhadap Hasan. Penyidik menangkap Hasan di Bandung, Jawa Barat, akhir Juni 2011 tanpa melayangkan surat panggilan. Setelah diperiksa sebagai tersangka, Hasan langsung ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

"Sementara kepada tersangka lain, pak Zainal, tidak dilakukan penahanan. Kalau soal kooperatif, apa yang kurang kooperatif dari Hasan? Sejak awal Hasan sudah membuka tabir dari kasus ini," kata Edwin.

Dikatakan Edwin, sejak awal pihaknya tidak mengajukan penangguhan penahanan lantaran kasus itu menarik perhatian publik sehingga kecil kemungkinan akan dikabulkan. "Melihat perlakuan terhadap pak Zainal, kami akan pertimbangkan ajukan penangguhan penahanan," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Polri juga dinilai diskriminatif lantaran belum menjerat auktor intelektualis dalam kasus itu. Hasan dan Zainal adalah pelaku lapangan. Menurut Polri, penanganan kasus itu belum selesai. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk menjerat pihak lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau