Arsenal Minta Hukuman Wenger Ditunda

Kompas.com - 23/08/2011, 21:13 WIB

KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengonfirmasikan bahwa Arsenal telah meminta agar larangan mendampingi tim selama dua pertandingan bagi Arsene Wenger ditunda, sehingga pelatih asal Perancis tersebut masih bisa menemani "The Gunners" dalam pertandingan kedua babak kualifikasi Liga Champions melawan Udinese, Rabu (24/8/2011).

Pada laga pertama melawan Udinese, Selasa (16/8/2011), Wenger memang dilarang pula untuk mendampingi timnya di pinggir lapangan. Hal itu merupakan sanksi UEFA atas tindakan Wenger musim lalu yang menuduh wasit Massimo Busacca lebih menguntungkan Barcelona pada laga kedua di babak 16 besar Liga Champions musim lalu.

Ketika sedang menjalani sanksi tersebut, Wenger ternyata tetap berusaha berkomunikasi dengan asisten pelatih Pat Rice melalui orang ketiga, yaitu pelatih tim utama Boro Primorac. Hal ini pun diketahui oleh UEFA dan berujung pada larangan mendampingi tim kembali untuk dua pertandingan ke di kompetisi Eropa.

Mengetahui hal tersebut, kubu Arsenal segera melakukan banding dan meminta keringanan dari UEFA untuk menunda pelaksanaan hukuman tersebut. Pernyataan yang dikeluarkan UEFA adalah, "Harap dicatat bahwa Arsenal telah mengajukan banding pada keputusan Badan Kontrol dan Disiplin yang diambil kemarin dan telah meminta untuk dilakukannya penundaan eksekusi."

"Ketua Badan Banding akan membahas masalah penundaan eksekusi hari ini dan kami akan berada dalam posisi untuk memberitahu Anda perihal keputusan Ketua Badan Banding pada petang hari ini."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau