JAKARTA, KOMPAS.com — Para penumpang angkutan umum diimbau untuk mengawasi barang bawaannya saat mudik, terutama jika barang tersebut digeser dan dipindahkan orang lain.
Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi mengatakan, tingkat kriminalitas di kawasan terminal tergolong tinggi pada saat mudik ataupun balik Lebaran. Pelaku kejahatan pun semakin cerdik dan kerap melakukan kejahatan dengan modus yang tak terdeteksi petugas keamanan.
"Banyak modus yang sulit dideteksi oleh petugas berseragam, misalnya kejahatan menggeserpindahkan barang," kata Didik saat mengawasi pengamanan Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (23/8/2011).
Untuk menghindari aksi kejahatan tersebut, Polres Jakarta Timur menempatkan polisi berseragam di sejumlah titik di sekitar terminal. Polres Jaktim juga menempatkan aparat berpakaian sipil yang akan beredar di sekeliling kawasan terminal.
Aparat berpakaian sipil ini diharapkan dapat mengawasi modus-modus yang terjadi di tengah kerumunan calon penumpang. Modus pencurian dengan menggeser dan memindahkan barang ditempatkan sebagai sasaran nomor satu dalam operasi kepolisian karena tingginya tindak kejahatan ini pada tahun-tahun sebelumnya.
Pelaku kejahatan, kata Didik, tidak bekerja sendiri. "Mereka berkelompok. Satu orang mengajak ngobrol pemilik barang, teman-temannya menggeserkan barang bawaan dan kemudian melarikan ke tempat yang aman," ujarnya.
Tindak kejahatan lain yang diharapkan dapat ditangani petugas berpakaian sipil adalah hipnotis dan pembiusan. "Kalau soal calo, kemacetan di gerbang masuk-keluar, keributan, dan pelayanan bus masih bisa diawasi para petugas berseragam," kata Didik.
Untuk menghindari terjadinya aksi kejahatan, Kepala Terminal Bus Antarkota Pulogadung M Nur menyarankan calon penumpang membatasi jumlah barang bawaan. "Agar memudahkan pengawasan. Kalau tidak, mereka akan jadi sasaran utama tindak kejahatan," katanya.
Pengamanan terminal-terminal bus di Jakarta ditingkatkan dengan didirikannya pos keamanan gabungan. Aparat gabungan yang terlibat dalam operasi adalah Satuan Brimob, Sabhara Polda Metro Jaya, Polres, dan polsek setempat. Anggota TNI pun dilibatkan dalam pengamanan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang