Narkoba

Warga Malaysia Gagal Selundupkan Sabu

Kompas.com - 24/08/2011, 04:29 WIB

Tangerang, Kompas - Seorang warga negara Malaysia berinisial MH (43) gagal menyelundupkan sabu seberat 2,1 kilogram dengan nilai Rp 3,15 miliar. Polisi kini masih memburu pihak penerima sabu yang semula menunggu kiriman narkoba itu di sebuah hotel di Jakarta.

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta menangkap MH setelah turun dari pesawat Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Jakarta, Minggu (21/8) pukul 09.45. Sabu itu disimpan dalam tiga buah plastik yang diletakkan di dalam dinding koper.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Oza Olavia mengatakan, MH dapat dibekuk karena sikapnya mencurigakan. ”Ia membawa sabu itu atas perintah seorang warga negara Malaysia berinisial HW,” kata Oza, Selasa (23/8), di Tangerang, Banten.

Menurut MH, untuk membawa sabu itu ke Jakarta, ia mendapat imbalan 10.000 ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 28 juta. Dalam perjalanan ke Jakarta, MH baru menerima 3.000 ringgit Malaysia dan sisanya akan diberikan sekembalinya ke Malaysia.

Oza mengatakan, pelaku dapat dipidana mati dan dikenai denda maksimal Rp 10 miliar karena barang bukti sabu yang dimiliki lebih dari 5 gram.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga mengungkap penyelundupan kokain seberat 58 gram dengan nilai Rp 290 juta hari Jumat (5/8).

Penerima kokain berinisial KF yang beralamat di Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, masih buron. Paket kokain tersebut dikirim dari Rowland Heights, Amerika Serikat, oleh seseorang berinisial LW.

Sejak Januari hingga Agustus 2011, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah mengungkap sebanyak 33 kasus penyelundupan narkoba.

(DEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau