Tangani Ibra Butuh "Tongkat dan Wortel"

Kompas.com - 24/08/2011, 06:24 WIB

MILAN, KOMPAS.com Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengaku tak mudah menangani pemain-pemain bintang yang dimilikinya. Zlatan Ibrahimovic, misalnya. Menurut Allegri, ia butuh kesabaran tinggi dalam menangani penyerang asal Swedia itu.

"Saya pikir seorang pelatih perlu memahami bagian psikologis. Misalnya, Ibrahimovic. Dia bukan pemain yang mudah untuk ditangani. Butuh kesabaran. Menangani dia, Anda harus menggunakan 'tongkat dan wortel'," jelas Allegri.

Maksud Allegri, terkadang dia harus bersikap keras kepada Ibrahimovic, tetapi harus bersikap lunak juga dalam keadaan tertentu.

"Ibra memiliki kepribadian yang kuat dan dia memerlukan waktu santai. Dalam kesempatan lain, dia butuh dirangsang. Jika tidak, maka ia akan melempem. Sementara itu, Gattuso tentu tidak perlu dirangsang. Dia terlalu bersemangat," sambungnya.

Buah kesabaran Allegri itulah yang mungkin membuat Ibra tampil gemilang pada musim lalu. Secara total, ia mencetak 14 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak di Milan. Bahkan, tidak bisa dimungkiri, Ibra memiliki andil besar dalam keberhasilan Milan meraih scudetto musim 2010-2011.

Ibra juga tetap mengukuhkan dirinya sebagai penyerang hebat pada musim ini. Mantan penyerang Barcelona itu menciptakan satu gol saat membawa Milan meraih Piala Super Italia dengan mengalahkan Inter Milan 2-1 beberapa waktu lalu. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau