Angkutan lebaran

Wapres: Stasiun Senen Lebih Bersih

Kompas.com - 24/08/2011, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.som — Wakil Presiden Boediono, Rabu (24/8/2011), meninjau kesiapan angkutan mudik kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Secara umum, Wapres menilai ada peningkatan pada pelayanan stasiun keberangkatan khusus kelas ekonomi dan bisnis tersebut.

"Dari aspek kebersihan dan pelayanan kesehatan sudah jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, areal emplasemen juga sudah bersih. Ini harus tetap dijaga dan ditingkatkan," katanya.

Menurut Boediono, pemerintah tetap berkomitmen menjadikan kereta api sebagai tulang punggung angkutan Lebaran. Ia berharap, ke depan kualitas kereta-kereta di Indonesia secara bertahap dapat ditingkatkan.

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan, saat ini telah ditingkatkan intensitas pemeriksaan sarana dan prasarana perkeretaapian. "Pengecekan semakin intensif dengan pembentukan tim Inspektur Keselamatan Perkeretaapian yang baru dibentuk awal bulan ini," ujarnya.

Sejumlah obyek yang menjadi perhatian tim inspektur adalah bantalan rel, sistem persinyalan, dan wesel. Beberapa titik yang diakui masih rawan longsor adalah Ciganea, Malangbong, di Jawa Barat. Lintas Jember-Banyuwangi di Jatim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau