Tersangka Musnahkan Sabu di Dalam Air

Kompas.com - 24/08/2011, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Enam tersangka penyalahgunaan narkoba diperintahkan memusnahkan barang bukti sabu hampir sebanyak 8 kilogram dan ekstasi sebanyak 350 butir, yang disita dari mereka.

Pemusnahannya dengan cara melarutkan psikotropika itu ke dalam air yang dicampur cairan asam sulfat, yang sudah disiapkan penyidik dari Badan Narkotika Nasional. Air tersebut ditaruh dalam ember hijau.

Dengan wajah biasa-biasa saja, para tersangka melakukannya. Di antaranya malah ada yang sempat tersenyum. Psikotropika itu jika lolos dari mata polisi, maka para tersangka dapat mengantongi uang sekitar Rp 16 milyar jika mereka berhasil menjualnya.

Setelah kantong plastik pembungkusnya disobek, isinya dituang ke dalam ember berair asam sulfat itu. Lalu, diaduknya air itu dengan tongkat plastik agar sabu dan ekstasi cepat larut dan terurai rusak.

Kegiatan itu sendiri berlangsung di halaman dalam Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rabu (24/8/2011).

Sebelumnya, narkoba itu dites labolatorium untuk memastikan keasliannya bahwa yang dimusnahkan itu benar sabu dan ekstasi. Para tersangka juga diminta kepastiannya bahwa sabu dan ekstasi itu barang-barang yang disita dari mereka saat penangkapannya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain empat jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jakarta dan perwakilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau