MALANG, KOMPAS.com — Harga beras yang dianggap sebagai komoditas paling sensitif menghadapi tekanan permintaan saat Ramadhan dan Lebaran di Malang naik 8-10 persen.
Kegiatan operasi pasar dengan beras Bulog kualitas medium, penjualan beras murah dalam paket bahan pokok murah di pasar-pasar murah, dinilai berhasil menahan harga beras sampai pada batas yang dapat ditoleransi.
Demikian salah satu yang mengemuka dari rapat Dialog Persiapan Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah dengan instansi terkait di Malang, Rabu (24/3/2011).
Kepala Bulog Subdivre Malang Iqbal menjelaskan, beras dapat ditekan sampai pada harga tertinggi sedikit di atas Rp 8.000 per kg sehingga kenaikan senantiasa cukup ramah bagi konsumen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Malang Imam Santoso menjelaskan, strategi penjagaan harga beras dilakukan dengan pasar murah. Komoditas yang ditawarkan bukan hanya beras, melainkan hampir semua kebutuhan pokok, bekerja sama dengan para distributor dan produsen, untuk bahan makanan terigu, minyak goreng, gula, mi, kopi, kue, baju, dan kain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang