Frimpong: Nasri Pindah karena Uang

Kompas.com - 25/08/2011, 03:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Arsenal, Emmanuel Frimpong, mengatakan bahwa uang adalah akar segala kejahatan. Pernyataan ini merupakan tanggapan Frimpong atas pindahnya Samir Nasri dari Arsenal ke Manchester City, belum lama ini.

"Uang adalah akar segala kejahatan," ujar Frimpong melalui akun Twitter-nya.

Nasri dibeli City dengan harga 24 juta poundsterling atau setara Rp 335 miliar dan dikontrak selama empat musim. Menurut The Sun, di City, Nasri akan menerima gaji sebesar 175.000 poundsterling atau sekitar Rp 2,5 miliar per pekan.

Nasri pindah dalam keadaan masih terikat kontrak satu musim di Arsenal. Arsenal berusaha memperpanjang kontrak itu, tetapi gagal dan mempertimbangkan menjualnya sekarang karena tak kuat memenuhi permintaan gaji Nasri, yang menurut media-media Inggris mencapai 110.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,5 miliar per pekan.

Arsenal disebut hanya bisa menggaji Nasri paling banyak 80.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,1 miliar per pekan.

Gelandang Jack Wilshere dan penyerang Robin van Persie mengucapkan semoga sukses kepada Samir Nasri. Nasri telah mengatakan bahwa uang tak masuk pertimbangannya ketika meninggalkan Arsenal.

"Semoga sukses untuk temanku Mr Nasri. Aku belajar banyak darinya. Pemain kelas dunia. Akan dirindukan," ujar Wilshere, juga lewat akun Twitter.

"Pffff, masa begitu tanggapanmu, Jack," timpal Frimpong lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau