Jelang Arus Mudik, PMI Turunkan Ambulans Udara

Kompas.com - 25/08/2011, 09:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia mengoperasikan dua ambulans udara dari 300 unit ambulans yang dioperasikan menghadapi arus mudik Lebaran 1432 H. Ambulans PMI disiagakan di ruas strategis dan lokasi rawan di wilayah Jawa, Sumatera dan Bali.

"Melalui ambulans udara, pasien dan korban kecelakaan yang membutuhkan akan dirujuk ke Rumah Sakit Eltaham Karawang dan Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta," kata Ketua Pengurus Bidang Kesehatan dan Donor Darah Markas Pusat PMI, Farid Husain ketika memberi laporan pada Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla saat Apel Siaga Lebaran PMI di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (25/8/2011).

Disebutkan, dua unit ambulans udara ini dikhususkan untuk pelayanan di jalan tol. Ambulans udara berupa helikopter ini akan melayani empat rute tol yakni Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Ciawi dan Jakarta-Cileunyi. Selain itu, sebanyak 350 pos pertolongan pertama disiapkan di wilayah strategis dan lokasi rawan di Jawa, Bali dan Sumatera.

"Ambulans dan pos pertolongan pertama PMI ditempatkan di lokasi strategis sepanjang jalur mudik dan lokasi rawan. Seperti terminal, stasiun, pelabuhan dan tempat wisata," tutur Farid.

Pos pertolongan pertama ini di antaranya tersebar di wilayah Jawa seperti Banten sebanyak 23 pos, Jawa Barat sebanyak 44 pos, Jawa Timur sebanyak 118 pos, Jawa Tengah sebanyak 36 pos, Jakarta sebanyak 17 pos dan Yogyakarta sebanyak 22 pos.

Kemudian untuk wilayah Sumatera tersebar di Bengkulu sebanyak 2 pos, Aceh sebanyak 5 pos, Sumatera Selatan sebanyak 16 pos, Kepulauan Riau sebanyak 4 pos, Riau sebanyak 18 pos dan Lampung sebanyak 7 pos. Sementara untk Bali disiapkan sebanyak 8 pos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau