KENDAL, KOMPAS.com — Dua jalur mudik alternatif di Kendal, Jawa Tengah, yakni Weleri-Sukorejo-Temanggung-Batang dan Kaliwungu-Boja-Kabupaten Semarang-Kota Semarang, rawan kecelakaan dan tindak kejahatan. Selain rute jalannya yang berkelok-kelok dan naik turun, sepanjang jalur alternatif itu didominasi oleh hutan jati dan karet.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Kendal Tatang Iskandaryanto menyatakan, untuk meminimalisasi kecelakaan, kedua jalur alternatif tersebut kini telah dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. "Rambu-rambu penunjuk jalan juga telah dipasang," kata Tatang, Kamis (25/8/2011).
Ia juga mengimbau pemudik yang melewati dua jalur itu, khususnya pada malam hari, agar ekstra berhati-hati karena penerangan jalannya masih minim.
Terkait dengan hal itu, Kepala Kepolisian Resor Kendal Ajun Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho mengatakan, pihaknya telah menempatkan anggota di beberapa titik subpos kota di dua jalur tersebut.
"Kami juga menyiapkan mobil derek untuk mobil yang macet. Pasalnya, di dua jalur alternatif tersebut jalannya hanya cukup untuk dua mobil yang jalannya berlawanan. Jadi, kalau ada mobil mogok, dipastikan bisa memacetkan jalan," kata Agus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang