Arus mudik

Sopir Bus di Yogya Jalani 4 Macam Tes

Kompas.com - 25/08/2011, 14:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Di terminal Penumpang Giwangan Yogyakarta, Kamis, (25/8/2011), digelar pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi bus angkutan lebaran yang masuk terminal terbesar di Yogyakarta tersebut.

Tes terhadap para pengemdi ini antara lain adalah tes tekanan darah, dan tes alkohol, untuk mengetahui apakah pengemudi minum minuman keras. Kemudian, tes gula darah dan tes urine untuk mengetahui penggunaan narkoba.

"Tes 4 macam ini sengaja dilakukan selama angkutan lebaran agar para penumpang benar-benar aman, karena pengemudi dalam keadaan sehat. Bagi pengemudi yang diketahui kurang sehat, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi maka diperintahkan untuk diganti pengemudi yang lain," ungkap Chandra Yoga Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( P2PL) ketika meninjau di terminal Giwangan Yogyakarta, Kamis (25/8/2011).

"Pengamatan kami di terminal Yogyakarta, semua berjalan baik. Kondisi pengemudi sebagian besar baik. Hanya ada satu pengemudi yang harus istrirahat dulu tadi. Sedangkan kondisi terminal bersih," ujarnya.

Sementara itu, menurut Slamet, salah satu pengemudi bus, pemeriksaan kesehatan ini merupakan kegiatan yang baik. Ia merasa pemeriksaan itu sangat membantu para pengemudi untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Sebab, jika periksa sendiri harus mengeluarkan biaya, dan harus meluangkan waktu.

"Nah, kalau seperti ini kan gratis. Kita tahu tekanan darah, gula darah kita tanpa dipungut biaya. Bahkan kalau kondisinya kurang bagus diberi obat," kata Slamet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau