Jakarta, Kompas
”Hingga Kamis, jalur mudik dari Jakarta masih terlihat lancar,” kata Ketua Posko Harian Shift I Angkutan Lebaran Nasional Terpadu 2011 Hermanto Dwiatmoko, kemarin, di Jakarta.
Selain jumlah pemudik diperkirakan meningkat drastis pada Jumat malam ini, ditengarai pula adanya kemacetan yang masih terjadi di Jakarta.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran Nasional, sejak Selasa atau H-7 Lebaran hingga kemarin, penumpang bus di 43 terminal umum yang tersebar di 12 provinsi berjumlah 477.892 orang. Pada periode sama, jumlah kendaraan melalui jalan tol dari arah Jakarta tercatat sebanyak 580.585 unit.
Penumpang angkutan udara mencapai 124.695 orang. Ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu pada periode sama yang hanya mencapai 119.015 orang.
Penumpang angkutan laut sejak H-7 masih tercatat sekitar 231.993 orang. Penumpang kereta api yang bergerak dari arah Jakarta sudah mencapai 139.753 orang. Menurut Hermanto, sulit untuk menghitung secara pasti jumlah pemudik yang sudah bergerak dari Jakarta.
”Kesulitan untuk memastikan jumlah itu antara lain dari data kendaraan yang melalui tol dari arah Jakarta tak bisa dipastikan sebagai pemudik atau bukan. Bisa saja pegawai atau masyarakat yang hanya melintasi tol,” kata Hermanto.
Masih sedikitnya pemudik dari Jakarta yang bergerak, menurut Hermanto, hanya dapat dirasakan dari jalur yang belum terlampau macet, baik di jalur pantai utara (pantura) Jawa maupun jalur mudik lintas selatan.
Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo mengatakan, cuaca di pantura Jawa dan selatan untuk hari ini dan besok diprakirakan cerah. Suhu udara tertinggi mencapai 32 derajat celsius yang tergolong panas.
”Di daerah yang padat, suhu udara bisa lebih tinggi,” kata Mulyono.
Mulyono mengatakan, pemudik, terutama yang masih berpuasa, diingatkan agar menjaga kondisi tubuh. Pengemudi bersepeda motor pada siang hari juga dituntut menjaga stamina sebaik mungkin.
”Sebaiknya lebih sering beristirahat, jangan dipaksakan,” kata Mulyono.
Sementara itu, kepadatan
Selain itu, para pemudik setiba di Bakauheni juga mengharapkan dapat melanjutkan perjalanan darat di Sumatera pada pagi harinya.
Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo saat memantau kesiapan mudik di Pos Cikopo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengatakan, perkiraan puncak arus mudik melalui jalan darat diperkirakan Sabtu mendatang. Namun, lonjakan secara drastis kendaraan dari arah Jakarta diperkirakan sejak Jumat petang ini sehingga para pemudik diharapkan selalu waspada.
”Para pemudik agar memanfaatkan sebanyak mungkin saluran informasi tentang situasi arus lalu lintas demi menghindari kemacetan dan memilih jalur mudik yang paling efektif,” kata Djoko.
Berdasarkan data Posko Harian Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2011, intensitas kecelakaan pun tinggi. Pada Rabu lalu mulai pukul 07.00 hingga 24.00 terjadi 289 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 48 orang meninggal dunia, 83 orang menderita luka berat, dan 165 orang luka ringan.
Djoko mengatakan, kepolisian menyediakan akses informasi jalur mudik melalui internet dengan situs www.lantas.polri.go.id. Para pemudik juga dapat menelepon Direktorat Lalu Lintas Polri di saluran 9119.
”Melalui situs tersebut, pemudik bisa melihat situasi arus lalu lintas terkini melalui kamera pemantau (CCTV/closed circuit television),” kata Djoko.
Pemudik juga bisa memantau arus melalui kamera pemantau milik PT Jasa Marga. Akses internetnya melalui www.jasamargalive.com.
Kepala PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Budi Purnomo mengatakan, sekitar 73.000 kendaraan diperkirakan melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek per hari pada saat puncak kepadatan arus mudik. Dari sejumlah itu, diperkirakan 46.000 kendaraan keluar melalui gerbang Tol Cikampek. Selebihnya, melalui Tol Cipularang.
”Jasa Marga menyediakan 9 gardu utama dan 5 gardu tandem di gerbang Tol Cikampek untuk melayani pemudik yang ingin beristirahat,” kata Budi.
Selama 24 jam hingga Kamis pukul 07.00, jumlah kendaraan keluar melalui pintu Tol Cikampek mencapai 26.041 unit. Ini meningkat dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang mencapai 20.554 kendaraan.
Akibat lonjakan jumlah kendaraan itu, polisi memberlakukan sistem buka dan tutup arus dari pintu Tol Cikampek. Saat kendaraan menumpuk menjelang gerbang Tol Cikampek atau di ruas Cikopo-Simpang Jomin, kendaraan diarahkan keluar melalui gerbang Tol Kalihurip Utara.
Polisi juga mengarahkan sebagian kendaraan ke jalur tengah atau jalur alternatif selain pantura menuju Cirebon dan Jawa Tengah melalui Sadang-Subang-Cikamurang.
Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Frans Palayukan mengatakan, kepolisian memaksimalkan pengaturan di tiga pos utama meliputi Cikopo, Nagreg, dan Losari. Sebanyak 19.000 polisi disiapkan untuk membantu kelancaran pemudik di jalur-jalur mudik wilayah Jawa Barat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Gatot Kasatriyono mengatakan, volume kendaraan yang melintasi jalan raya Solo-Surabaya meningkat sebesar 30 persen sampai 40 persen dibandingkan dengan hari biasa. Pemantauan dilakukan di wilayah Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hingga perbatasan Kabupaten Ngawi.
Data Dinas Perhubungan Madiun menunjukkan, jumlah kendaraan yang melintasi jalur Saradan mencapai 720 unit kendaraan roda empat per jam. Jumlah ini naik dari rata-rata 540 unit per jam, baik mobil pribadi maupun angkutan umum serta angkutan barang.
”Untuk kendaraan roda dua terpantau naik dari rata-rata 2.400 unit per jam menjadi 3.000 unit per jam atau naik 25 persen. Dari pengamatan kami, kendaraan yang melintas didominasi dari arah barat, yaitu Solo, Ngawi, dan Magetan,” kata Gatot.
Gatot mengatakan, peningkatan volume kendaraan hingga kemarin belum mengakibatkan gangguan lalu lintas. Puncak peningkatan volume kendaraan diprediksi bakal terjadi pada Sabtu mendatang.
”Pada saat ini diprediksi terjadi kemacetan panjang mulai dari Wilangan di Nganjuk hingga Pasar Caruban di Madiun,” kata Gatot.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang biasanya mencapai 60 kilometer, Gatot mengatakan, pihaknya bersama Kepolisian Resor Madiun menyiapkan jalur alternatif dari arah barat melalui pertigaan Desa Bangunsari ke Pilangkenceng, melewati jalan lingkar hingga Desa Bongsopotro dan keluar kembali di pertigaan Desa Sidorejo.
Kendaraan dari arah Surabaya atau arah timur akan dialihkan masuk ke Desa Kaligunting sebelum pertigaan rel kereta, kemudian belok ke kiri melewati jalan desa dan keluar kembali ke jalan raya di pertigaan Mejayan.
Sementara itu, Kepala Polres Madiun Ajun Komisaris Besar Nanang Juni Mawanto mengatakan, jalur lintas selatan Jawa Timur perlu mendapat perhatian khusus karena rawan kebakaran pada musim kemarau.