KARAWANG, KOMPAS.com — Jalur alternatif dari Lawaran, Pelawat, hingga Kusir di Kabupaten Karawang mulai ramai pemudik dengan sepeda motor. Ramainya pemudik dimanfaatkan warga untuk berdagang di tepi jalan dengan mendirikan tenda.
Para pedagang dadakan itu, misalnya, terlihat di Jalan Industri Purwakarta, juga di Jalur alternatif Karawang.
Icah (46), yang biasanya menjadi pedagang asongan itu, memilih berjualan di sawah yang ada di tepi jalan. Sedangkan Supi berjualan di depan rumahnya. "Kendaraan mulai ramai sejak pukul 22.00 kemarin. Tahun lalu macet dari Lawaran sampai Kusir," kata Icah.
Bukan hanya warung yang dibuka, suami Supiyati, Nana Sutisna, jeli melihat kebutuhan lain pemudik bermotor, yakni WC umum. "Airnya diangkuti dengan ember," tuturnya.
Sekitar 400 meter dari tempat Sutisna, ada tempat kencing di atas saluran irigasi. Tempat kencing itu berukuran 1 x 1 meter, ditutup terpal atau bekas karung plastik setinggi 2 meter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang