Mudik lebaran 2011

31 Pemudik Motor Ditilang Di Kalimalang

Kompas.com - 26/08/2011, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 31 pemudik yang mengendarai sepeda motor harus menunda kepulangannya karena ditilang aparat kepolisian dalam Operasi Ketupat 2011 di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Para pemudik berkendaraan roda dua itu dianggap melanggar batasan jumlah penumpang dan bobot muatan.

"Tadi malam ada sekitar 17 sepeda motor. Hari ini sudah 14 motor yang ditilang," kata Aiptu S Talahatu di Pos Halim Lama, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat ( 6/8/2011).

Sebagian besar pemudik motor ini ditilang karena melanggar batasan dua penumpang per motor dan mengangkut muatan berlebihan. Beberapa di antaranya ditilang karena masalah kelengkapan kendaraan.

"Yang membawa serta anak juga akan ditilang. Kalau soal bawaan, tidak ada batasan berat. Tapi, kalau dianggap membahayakan pasti kami tilang," terang anggota polisi lainnya, Bripka Agus Triyono.

Ia mencontohkan, pengendara yang sengaja memasang jok tambahan sebagai bagasi. Agus menegaskan, tidak ada toleransi dari pihak kepolisian terhadap pelanggaran-pelanggaran lalu lintas. Pasalnya, aturan-aturan tersebut sudah disosialisasikan sebelumnya.

"Daripada batal mudik karena motornya ditilang, lebih baik ikuti aturan yang sudah diinformasikan," ujar Agus.

Pihak kepolisian memang sudah mengeluarkan sejumlah aturan bagi pemudik motor. Setiap sepeda motor hanya boleh ditumpangi dua orang. Pemudik motor juga dilarang membawa serta anak-anak atau membawa muatan barang dengan bobot yang berlebihan.

Ia memastikan, para pelanggar aturan tersebut tidak mungkin lolos karena polisi telah mendirikan enam pos pengamanan di sepanjang jalur Kalimalang. Pos-pos polisi berada di tiap titik jalur utama yang bermuara ke Jalan Kalimalang, mulai dari pertigaan Jalan DI Panjaitan, Halim, Jakarta Timur, hingga Ujung Menteng, Bekasi. Selain Pospol Halim Lama dan Unjung Menteng, pos lainnya terdapat di Pangkalan Jati (perempatan Pondok Bambu-Pondok Gede), pertigaan Jalan Raden Inten (Duren Sawit), pertigaan Jalan H. Naman (Pondok Kelapa), dan Warung Jengkol (Jalan Raya Bekasi).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau