KRI Dewaruci Kembali ke Surabaya

Kompas.com - 26/08/2011, 12:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal latih KRI Dewaruci kembali ke Surabaya, Jumat (26/8/2011) setelah berkeliling Asia selama 52 hari.

Kedatangan Dewaruci disambut para Panglima AL Wilayah Timur diantaranya Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksda TNI Ade Supandi, didampingi Calon Penggantinya Laksma TNI Agus Purwoto, Ibu Asuh Kadet AAL Nyonya Ade Supandi dan para pejabat teras AAL di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya.

KRI Dewaruci dengan Komandan Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto dan membawa 85 Kadet AAL serta 82 ABK ini dalam pelayarannya telah menyinggahi beberapa negara diantaranya Manila (Filipina), Guangzhou (China) dan Bangkok (Thailand).

Pelayaran sejauh 11.453,4 kilometer dengan rute Surabaya - Bitung (Sulut)- Manila (Filipina) - Guangzhou (China) - Bangkok (Thailand) - Batam (Kepri) - Surabaya ini memiliki tujuan dan misi melaksanakan praktek pelayaran astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut utamanya kadet tingkat III korps Pelaut (Sersan Mayor Taruna-Sermatar), Tehnik, Elektronika dan Suplai.

Di samping itu juga melaksanakan misi diplomasi dan meningkatkan persahabatan menunjukkan keramahtamahan Indonesia pada negara-negara yang disinggahi.

Begitu turun di dermaga Ujung surabaya, Komandan Satgas yang juga Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto mendapat kalungan bunga dari Pangarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto. Sementara Kadet AAL mendapat kalungan bunga dari Ibu Asuh Kadet AAL Nyonya Ade Supandi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau