Perampok atm

Mesin ATM Digoyang-goyang, Lalu Digondol

Kompas.com - 26/08/2011, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Komplotan perampok spesialis penggondol anjungan tunai mandiri (ATM) yang dipimpin oleh Yoris Togas alias Agus Togas (45) cukup menggoyang-goyangkan mesin itu untuk bisa lepas dari dudukannya, sebelum mereka gotong keluar dari bilik ATM.

"Kelompok tersangka Yoris ada 10 orang, yang memiliki peran masing-masing. Ada yang mengintai dan mengawasi situasi, menggoyang-goyangkan mesin ATM sampai lepas dari dudukannya atau bergeser, menggotong mesin, menyediakan mobil pengangkut, dan pembongkar brankasnya dengan peralatan las," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono, Jumat (26/8/2011) sore.

Anak buah Yoris, antara lain, M Yahya (41), warga Tanjung Priok; Moh Ismanto alias Sukrat (25), warga Sukaraja, Bogor; Nanang (39), warga Duren Sawit, Jakarta Timur; Fadli (49), warga Cilincing, Jakarta Utara; dan Mulyono (38), warga Cilincing.

Empat orang lagi buron yaitu Ical, Aris, Rames, dan Tono alias Yono.

Paling tidak dalam kurun Mei-Agustus 2011, komplotan Yoris menggondol atau membobol enam mesin ATM, yakni ATM BNI di Indomart Pondok Rajeg, Depok; ATM Mandiri di Alfamart Pulogebang, Cakung; ATM BRI di BRI Cabang Cililitan; ATM BRI di Indomart Cipondoh, Tangerang; ATM BNI di Ruan Medical Center, Duren Sawit; dan ATM Bank Muamalat Cikeas, Cileungsi Bogor.

Total uang yang disikat sekitar Rp 368 juta. Ini tidak termasuk uang yang berada di ATM Bank Muamalat Cikeas, Cileungsi, Bogor. Sebab, sebelum ATM itu dikuras, mereka kepergok polisi patroli Polres Metro Jakarta Pusat saat menurunkan mesin itu dari mobil.

Saat itu, tiga di antara mereka, yakni Nanang, Mulyadi, dan Fadli, dibekuk polisi. Mulyadi ternyata oknum tentara, yang kini ditahan oleh kesatuannya. Barang bukti yang disita dari mereka, antara lain, satu pucuk revolver dengan tiga peluru, tiga minibus, satu sepeda motor, lima telepon seluler, uang tunai Rp 154,9 juta, satu unit mesin ATM, dan sisa-sisa mesin ATM.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau