JAKARTA, KOMPAS.com — Komplotan perampok spesialis penggondol anjungan tunai mandiri (ATM) yang dipimpin oleh Yoris Togas alias Agus Togas (45) cukup menggoyang-goyangkan mesin itu untuk bisa lepas dari dudukannya, sebelum mereka gotong keluar dari bilik ATM.
"Kelompok tersangka Yoris ada 10 orang, yang memiliki peran masing-masing. Ada yang mengintai dan mengawasi situasi, menggoyang-goyangkan mesin ATM sampai lepas dari dudukannya atau bergeser, menggotong mesin, menyediakan mobil pengangkut, dan pembongkar brankasnya dengan peralatan las," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono, Jumat (26/8/2011) sore.
Anak buah Yoris, antara lain, M Yahya (41), warga Tanjung Priok; Moh Ismanto alias Sukrat (25), warga Sukaraja, Bogor; Nanang (39), warga Duren Sawit, Jakarta Timur; Fadli (49), warga Cilincing, Jakarta Utara; dan Mulyono (38), warga Cilincing.
Empat orang lagi buron yaitu Ical, Aris, Rames, dan Tono alias Yono.
Paling tidak dalam kurun Mei-Agustus 2011, komplotan Yoris menggondol atau membobol enam mesin ATM, yakni ATM BNI di Indomart Pondok Rajeg, Depok; ATM Mandiri di Alfamart Pulogebang, Cakung; ATM BRI di BRI Cabang Cililitan; ATM BRI di Indomart Cipondoh, Tangerang; ATM BNI di Ruan Medical Center, Duren Sawit; dan ATM Bank Muamalat Cikeas, Cileungsi Bogor.
Total uang yang disikat sekitar Rp 368 juta. Ini tidak termasuk uang yang berada di ATM Bank Muamalat Cikeas, Cileungsi, Bogor. Sebab, sebelum ATM itu dikuras, mereka kepergok polisi patroli Polres Metro Jakarta Pusat saat menurunkan mesin itu dari mobil.
Saat itu, tiga di antara mereka, yakni Nanang, Mulyadi, dan Fadli, dibekuk polisi. Mulyadi ternyata oknum tentara, yang kini ditahan oleh kesatuannya. Barang bukti yang disita dari mereka, antara lain, satu pucuk revolver dengan tiga peluru, tiga minibus, satu sepeda motor, lima telepon seluler, uang tunai Rp 154,9 juta, satu unit mesin ATM, dan sisa-sisa mesin ATM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang