Lebaran

Tak Ada Libur bagi Penjaga Kamar Mayat

Kompas.com - 26/08/2011, 22:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika banyak warga yang mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman, petugas kamar mayat tetap bekerja memenuhi kewajiban mereka.

Darwas (48) petugas admin di Rumah Duka Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menuturkan, Lebaran besok ia mendapat giliran jaga malam.

"Ya, kalau kami sih sudah biasa tiap tahun tidak ada libur Lebaran. Nanti kalau ada mayat datang tidak ada yang mengurus," katanya, Jumat (26/8/2011).

Petugas di kamar mayat ini memulai shift jaga malam pada pukul 20.30 hingga 08.00. Mereka harus menahan kantuk dari malam sampai pagi, karena mayat bisa datang dan pergi sewaktu-waktu.

Darwis yang sudah 15 tahun bertugas di kamar mayat, menuturkan, jumlah mayat biasanya bertambah banyak saat ada kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ini misalnya terjadi pada malam takbiran dan malam tahun baru.

"Mungkin karena banyak orang yang ikut, jadi banyak kecelakaan," ujarnya.

Meski begitu, jumlah mayat yang datang tidak bisa diprediksi. Pada malam-malam tertentu, mayat bisa terus berdatangan. Namun terkadang mereka tidak menerima kiriman mayat sama sekali.

Untuk menahan kantuk, mereka biasanya menonton televisi maupun ngobrol dengan sesama rekan yang mendapat giliran jaga malam. Namun jika benar-benar sudah tidak kuat menahan kantuk, mereka biasanya bergantian merebahkan tubuh di lantai maupun di kursi.

"Tak ada yang tahu kapan mayatnya datang, yang penting petugas di sini siap-siap aja," tambah Nur Somad, rekan Daswar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau