Mudik lebaran

2.700 Warga Kurang Mampu Mudik Gratis

Kompas.com - 27/08/2011, 13:10 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf melepas keberangkatan 2.700 pemudik dari warga kurang mampu di Kantor Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (27/8/2011).

Program mudik gratis, kata Saifullah, untuk mempermudah masyarakat sekaligus mengurangi beban jalan sehingga kecelakaan bisa ditekan.

"Pengemudi saya minta jangan kebut-kebutan karena pelan atau lambat tetap dibayar dengan tarif yang sama," kata Saifullah saat melepas ribuan pemudik menggunakan 48 bus dengan tujuan ke 18 kabupaten dan kota di Jatim.

Tahun ini, ungkap Saifullah, Pemprov Jatim memberangkatkan pemudik gratis sebanyak 260 bus dengan melibatkan instansi pemerintah, swasta, termasuk Polri, TNI, dan perguruan tinggi.

Tahun lalu, selama Lebaran terjadi 390 kecelakaan dengan 81 korban meninggal dunia. Karena itu, perlu langkah terpadu untuk menekan angka kecelakaan.

Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi menambahkan, pihaknya memberangkatkan pemudik dengan 96 bus yang terbagi dalam dua gelombang, yakni 48 bus pada Sabtu (27/8/2011) dan 48 bus pada hari Minggu (28/8/2011).

Pemudik gratis warga dari golongan tidak mampu, seperti pasukan kuning (tukang sapu di jalan raya), pembantu rumah tangga, PNS golongan I dan II, mahasiswa, pelajar, dan buruh.

Para pemudik itu akan menuju 18 kota/kabupaten, di antaranya Situbondo, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Sumenep, Malang, Blitar, Kediri, Ngawi, Madiun, Nganjuk, dan Tulungagung.

Tahun ini, Jatim satu-satunya provinsi yang memberangkatkan mudik gratis dengan tiga moda transportasi, yakni bus, kapal, dan kereta api.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau