"Lawan Barca, Susah Dapat Penalti"

Kompas.com - 27/08/2011, 15:35 WIB

MONACO, KOMPAS.com - Pelatih FC Porto,  Vitor Pereira, menilai timnya seharusnya mendapat hadiah penalti, saat melawan Barcelona, di Piala Super Eropa, di Stade Louis II, Jumat (26/8/2011). Menurutnya, wasit tak memberikan penalti, karena lawan mereka adalah Barcelona.

Hal tersebut berkaitan dengan kontak fisik yang terjadi antara Eric Abidal dan Fredy Guarin pada menit ke-80. Wasit Bjorn Kuipers menyatakan itu bukan pelanggaran dan permainan diteruskan.

Barcelona akhirnya menang 2-0. Sementara gol pertama diciptakan Lionel Messi pada menit ke-39, gol kedua dicetak Cesc Fabregas pada menit ke-88, berkat umpan Messi. Meski kalah, Pereira menilai bagus performa timnya.

"Saya tahu sulit menghadiahkan penalti melawan Barcelona, pada menit ke-80. Namun, jika (pelanggaran) terjadi di kotak penalti kami, penalti pasti diberikan," ujar Pereira.

"Saya pikir, kami tampil bagus, bisa mengimbangi Barcelona. Kami ingin mencetak gol. Kami melakukan tekanan. Kami ingin menguasai bola dan ingin menang. Kami bermain dengan baik di babak pertama dan bahkan setelah ketinggalan 0-1, kami menciptakan satu atau dua peluang," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau